Solusi Anies Soal Riset Sebut Tanah di Jakut Turun 11 Cm Tiap Tahun

  • Selasa, 04 Desember 2018 - 21:49:21 WIB | Di Baca : 62 Kali

SeRiau - Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan angkat bicara mengenai hasil penelitian yang menyatakan adanya penurunan permukaan tanah sedalam 11 centimeter setiap tahun di kawasan Jakarta Utara.

Dia menyatakan pihaknya telah menggencarkan program vertikal drainase. Sehingga air tetap terjaga volumenya.

"Karena salah satu sebab penurunan tanah salah satunya adalah karena air tanah yang ditarik kemudian karena bangunan-bangunan kan berat jadi turun ke bawah, airnya diangkat," kata Anies di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Loading...

Dalam program vertikal drainase, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut membutuhkan sekitar 1,8 juta lubang drainase di Jakarta. Dengan begitu, lanjut dia, setiap rumah ataupun gedung harus memiliki lubang drainase untuk menurunkan air ke bawah.

"Di Jakarta kadang-kadang unik, air bekas kita simpan ke tanah, dari hujan kita alirkan ke luar. Harusnya air hujannya diturunkan ke dalam tanah, air limbahnya dikelola baru masuk ke dalam tanah. Kalau sekarang air hujan malah hampir mayoritas dikirim ke sungai," papar dia.

Karena hal itu, Anies menilai air tanah yang ada di Jakarta kian menurun. "Makin hari makin turun dan itu yang harus dihentikan dengan cara drainase vertikal," jelasnya.

Sebelumnya, Peneliti dari Universitas Indonesia, Syamsu Rosid menyatakan, berdasarkan hasil penelitian mikro gravitasi empat dimensi (4D) antara tahun 2014-2018, hampir di semua kawasan di Jakarta Utara terindikasi penurunan permukaan tanah.

"Laju penurunan rata-rata sekitar 11 centimeter per tahun," kata Syamsu dalam keterangan tertulis, Selasa (4/12).

Dia menyebut fenomena penurunan permukaan tanah tersebut kemungkinan disebabkan adanya eksploitasi air tanah yang berlebihan. Syamsu juga menyatakan penurunan permukaan tanah juga diakibatkan adanya aktifitas manusia yang banyak mentriger munculnya getaran pada permukaan tanah.

Sepeti halnya, kata dia, truk-truk bertonase berat ataupun pembangunan infrastruktur berbobot berat yang cukup intensif. (**H)


Sumber: Merdeka.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar