Karimun Belum Mampu Buka Formasi CPNS Untuk Guru

  • Kamis, 30 November 2017 - 09:47:26 WIB | Di Baca : 32 Kali

 

BELAT,SeRiau - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, kekurangan guru yang dialami Kabupaten Karimun saat ini belum bisa diatasi dan belum dapat dibuka formasi penerimaan CPNS.

"Memang kita masih mengalami kekurangan guru khususnya yang berstatus Aparatur Sipil Negra (ASN), termasuk guru beberapa mata pelajaran. Kami sudah mencaoba dan berupaya membuka formasi penerimaan dan sudah konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Rekorbasi dan Biroksai (Kemenpan RB), bahwa selama delapan tahun setelah program K 1 dan K 2 kita dapatkan, memang kita belum ada menerima CPNS secara umum termasuk bidang pendidikan. Tapi melihat kemampuan anggaran kita memang masih belum dapat dilakukan, sejak delapan tahun belakangan ini," ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menghadiri acara puncak peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se Kabupaten Karimun, yang dipusatkan di Desa Lebuh Kecamatan Belat, Kamis (30/11).

Pemerintah daerah menurutnya, masih menunggu bagiamana kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini. Karena memang perlu disampaikan juga bahwa kemampuan keuangan daerah dalam tiga tahun terakhir dimasa kepemimpinannya sebagai Bupati dan Wakilnya, Anwar Hasyim ternyata terjadi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) yang sangat signifikan.

"Ditahun 2014 kita dapat Rp180 Miliar, lalu sampai tahun 2015 terjadi pengurangan menjadi Rp124 Miliar. Tahun berganti pada 2016 justru semakin dikurangi, kita hanya dapat Rp72 Miliar. Untuk tahun 2018 pun kita sudah dapat informasi kembali dikurangi dan hanya menerima dana transfer dari pusat sebesar Rp11 Miliar. Ini menjadi kendala bagi kita untuk menerima CPNS," kata Rafiq.

Sedangkan dari segi pendapatan dari sektor Dana Alokasi Khusus (DAK) menurutnya, justru terjadi kenaikan mencapai 10 persen. Namun dana itu tidak bsia digunakan. Karena sudah ada peruntukannya sebagaimana instruksi dari pusat adalah untuk pembangunan infrastrutkur.

"Memang dari segi belanja kita naik 15 persen, tapi kenaikan ini untuk belanja yang sudah wajib dan anggarannya dari pusat yang peruntukannya bagi insrastruktur. Oleh karena itu perekrutan CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun harus lah melalui perhitungan yang matang. Jika tidak mak akan terjadi ketidak seimbangan antara belanja publik dan pembangunan," katanya.

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Karimun, M Kudri mengatakan, bahwa para guru juga ikut berjuang mulai dari sebelum kemerdekaan, telah bersusah payah ikut serta bersama lapisan masyarakat berjuang melawan penjajah, kemudian tepat 100 hari kemerdekaan bangsa kita pada 25 November 1945 seluruh organisasi guru dilebur menjadi satu dalam wadah PGRI. Sejak itu perjuangan kita bukan lagi melawan penjajah, tapi perjuangan kita adalah melawan kebodohan.

"Sejalan bergulirnya zaman, maka guru mau tidak mau harus ikut zaman. Terlebih zaman sekarang era digital maka guru pun harus jadi digital. Guru harus menempatkan diri dimana zaman dia berada," kata Kudri.

Oleh dia pun mengajak kepada para guru untuk senantiasa belajar dan berjuang, jangan lalai, jangan berpuas diri dengan apa yang telah dimiliki. Harus senantiasa belajar dan meningkatkan kemampuan kita, karena tantangan tidak semakin ringan melainkan semakin berat.

"Diera globalisasi zaman sekarang, dunia semakin kecil. Kalau sebagian kita masih memakai pola lama maka akan ditinggalkan oleh zaman, tidak hanya itu, anak-anak pun akan meninggalkan kita. Sekarang ini kawan-kawan sudah berjuang dan berusaha menciptakan generasi mandiri, generasi yang punya karakter. Akan tetapi itu belum cukup, maka saya himbau untuk senantiasa ikuti perkembangan zaman," imbuhnya.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar