Kendala di Bahasa, Umri Pertajam Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bagi Dosen

  • Ahad, 14 Juli 2019 - 09:00:54 WIB | Di Baca : 258 Kali

 

SeRiau - Bagi seorang dosen membuat artikel dan berhasil diterbitkan di jurnal internasional menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi jurnal yang diterbitkan itu terindeks Skopus dan Web of Science. Namun untuk bisa masuk ke jurnal internasional, sangatlah sulit terutama dalam penulisan bahasa inggris.

" Memang salah satu kendala bagi dosen dalam penulisan artikel ya, dalam bentuk bahasa inggris yang baik dan ilmiah. Ini yang kita temukan saat dosen menuliskan artikel dalam berbahasa inggris," kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi disela Workshop Klinik Penulisan Artikel Ilmiah untuk Tingkat Internasional di Kampus 2 Umri Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Sabtu (13/07).

Loading...

Dikatakan Ridha, klinik penulisan artikel ilmiah ini, merupakan kerjasama antara Umri dengan PT Chevron Pacific Indonesia melalui program university relationship. Narasumber pelatihan klinik penulisan artikel ilmiah yaitu Prof Edy Saputra MT PHd dari Unri. Peserta adalah dosen sains dan teknologi berjumlah 25 orang. Dosen tersebut ada yang sudah lolos jurnal internasional dan ada yang masih baru.

Kegiatan klinil penulisan artikel ilmiah ini merupakan proses Prosiding (Artikel yang diterbitkan dari seminar ilmiah untuk tingkat internasional) dan jurnal internasional. Tujuan kegiatan ini, kata Ridha, untuk membedah bagaimana cara menulis proseding dan jurnal internasional sehingga artikel dosen bisa lolos dan terindeks di Skopus dan Web Science (Lembaga indek internasional).

“ Untuk menembusnya kita perlu melakukan workshop dan klinik publikasi tingkat internasional. Dengan cara ini kita bisa mengetahui kiat kiat dalam penulisan yang baik,” kata Ridha.

Tahun ini, kata Ridha, Umri memiliki target bisa menghasilkan 20 artikel internasional. Sementara sekarang Umri sudah berhasil menembus belasan artikel internasional. Keuntungan banyaknya artikel internasional yaitu, bisa menambah kredit poin dan KUM bagi dosen sebasar 40 kredit poin. Kemudian dengan banyaknya artikel yang lolos, maka bisa menambah mengajukan artikel baru untuk melakukan penelitian. Jurnal internasional, bisa menjadi barometer untuk penilaian akreditasi Prodi dan akreditasi perguruan tinggi. Selain itu, rangking perguruan tinggi akan naik.

“Makanya setiap perguruan tinggi berpacu untuk mengirimkan artikel untuk tingkat nasional maupun internasional. Karena akann berpengaruh baik terhadap perguruan tinggi tersebut,” jelas Ridha. 

Sementara Prof Edy dihadapan peserta mengatakan pembuatan jurnal atau artikel, para dosen harus memperhatikan langkah – langkah standar penulisan. Menulis lah dengan gaya tersendiri, jangan mengkopi artikel orang lain atau punya sendiri yang sudah pernah terpublis. Kemudian untuk artikel internasional, jangan mengambil reverensi kepada jurnal lokal. Tetapi carilah reverensi kepada artikel – artikel terbaru, maksimal artikel lima tahun terakhir.(zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar