Benarkah Ludah Ampuh Bersihkan Luka dari Bakteri & Mikroba?

  • Jumat, 29 Juni 2018 - 21:28:35 WIB | Di Baca : 100 Kali

SeRiau - Banyak pendapat menyatakan bahwa ketika Anda terluka, salah satu bahan pembersihnya adalah air liur Anda sendiri. Anda yang pernah mendengar ini pasti memikirkan dua hal; Apa boleh dan apa tidak jijik?

Bagi sebagian orang, khususnya para orangtua, cara membersihkan luka dianggap cara yang ampuh. Ya, setidaknya lukanya tidak terlalu kotor dan untung jika bisa langsung sembuh. Namanya orang zaman dulu, biasanya bahan alami yang mereka pilih.

Lalu, pertanyaan apakah membersihkan luka dengan ludah itu diperbolehkan secara medis? Apakah tidak kemudian memperburuk kondisi lukanya?

Loading...

Head of Medical Affairs Mundipharma Indonesia Dr. Dedy Kartawidjaja, coba menjelaskan mitos yang satu ini. Menurut dia, teori membersihkan luka dengan ludah itu memang diperbolehkan secara medis. Alasannya cukup jelas, yaitu ludah mengandung antibakteri dan antimikroba alami.

"Percaya atau tidak, tubuh manusia memang memiliki kemampuan untuk menciptakan antimikroba dan antibakterinya sendiri. Salah satunya bisa ditemukan di air liur," katanya pada Okezone, Kamis (28/6/2018).

Lebih lengkap lagi, ludah ternyata cukup ampuh membersihkan luka dari bakteri dan mikroba berbahaya. Bahkan, ludah dipercaya sebagai alat pertahanan tubuh yang cukup ampuh. Jadi, konsep membersihkan luka dengan ludah itu diperbolehkan.

Tapi, yang menjadi perhatian di sini adalah ludah tidak bisa menyembuhkan luka. Tetap saja cairan antiseptik yang bisa menyembuhkan luka. "Air liur tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka. Tapi, jika dimanfaatkan sebagai pembersih luka, dia boleh dipakai," tegas dr. Dedy.

Sementara itu, bagaimana dengan pernyataan lidah buaya dan larutan garam untuk pembersihan luka?

Dr. Dedy melanjutkan bahwa dua bahan ini memang betul banyak dimanfaatkan masyarakat kita untuk membersihkan luka. Sebut saja lidah buaya yang kini juga sedang booming.

"Kita tahu bahwa lidah buaya mengandung efek antiseptik yang baik untuk luka. Tapi, bagaimana keefektivannya pada luka, saya tidak bisa memastikannya. Sebab, pengobatan alternatif memang belum bisa dipastikan keberhasilannya," ungkap dr. Dedy.

Lalu, untuk cairan garam, dr. Dedy menjelaskan bahwa cairan ini baik untuk membersihkan luka. "Fakta mengungkapkan bahwa 0,9 persen larutan garam itu konsentrasinya hampir mirip dengan jaringan lunak tubuh manusia. Nah, untuk fungsi pembersihan, larutan ini bisa digunakan. Ingat, tapi bukan untuk penyembuhan, ya. Larutan ini sebatas membersihkan luka dari partikel yang ada di bagian atas dan supaya luka lebih steril," tambahnya. (**H)


Sumber: Okezone




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar