Cara Komunitas Sepeda Kenang Korban Tabrak Lari Dodge Journey

  • Senin, 12 Februari 2018 - 11:03:14 WIB | Di Baca : 172 Kali

SeRiau - Sebuah sepeda putih menjadi monumen peringatan peristiwa tabrak lari Dodge Journey yang menewaskan produser Rajawali Televisi Raden Sandy Syafiek. Komunitas sepeda meletakkan monumen Ghost Bike itu di Jalan Jenderal Gatot Subroto, depan gedung LIPI, Minggu, 11 Februari 2018.

Selain meletakan sepeda sebagai monumen peringatan, komunitas sepeda yang diketahui mempunyai nama Rocketers Bumi Serpong Damai-Bintaro itu, juga menabur bunga di bawah sepeda tersebut.

Juru bicara Rocketers Bumi Serpong Damai-Bintaro Chaidir Akbar mengatakan monumen sepeda tersebut sebagai bentuk pesan yang biasa digunakan komunitas sepeda internasional, terhadap kecelakaan yang menimpa pengguna sepeda oleh kendaraan bermotor.

Loading...

"Itu pesan internasional," kata Chaidir. Selain memasang monumen dan menabur bunga, komunitas tersebut juga menempel dua papan bertuliskan pesan untuk mengenang kejadian tabrak lari Dodge Journey yang menewaskan pengguna sepeda Sabtu, 10 Februari 2018.

Adapun bunyi pesan yang ditulis komunitas Rocketers di monumen sepeda tersebut, yakni:
"Share the Road. Tempat kejadian kecelakaan pesepeda atas nama Raden Sandy Syafiek akibat tertabrak mobil pada hari Sabtu 10 Februari 2018.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan tidak terulang pada pesepeda yang lain. Amin. #savepesepeda #Rocketers_id #Sharetheroad #ghostbike."

Khaidir mengatakan pernah ada satu anggota komunitasnya yang juga tewas ditabrak mobil pada tahun 2007 di Tangerang, Banten. Saat itu, Chaidir bersama anggota lain juga membuat monumen yang sama. "Kami juga pernah membuatnya di Taman Ayodya. Itu bentuk mengenang pesepeda yang meninggal karena hit and run (tabrak lari)," ucapnya.

Menurut dia, atas kejadian yang menimpa Sandy, banyak anggota komunitas sepeda yang mengucapkan belasungkawa. Ia berharap kejadian tabrak lari Dodge Journey ini tidak terulang, dan kendaraan bermotor diharapkan bisa berbagi ruang dengan pengguna sepeda.

"Kami merasa bertanggungjawab untuk mengampanyekan dengan membuat monumen itu, agar jangan sampai ada kejadian tabrak lari lagi," ujarnya.

Selain itu, ia berharap pemerintah lebih memperhatikan prasarana pengguna sepeda yang berbagi ruang dengan kendaraan bermotor. Apalagi, Chaidir mengaku sering berangkat kerja dengan menggunakan sepeda dari rumahnya di Bintaro ke kawasan Sudirman.

Menurut dia, selama ini kendaraan bermotor memang berbagi ruang dengan pengguna sepeda. Namun, jika berkaca di luar negeri, tingkat perhatian untuk berbagi jalan antara pengguna sepeda dan pengguna motor lebih tinggi. "Kami harap ke depan perilaku berkendara juga lebih tinggi untuk berbagi ruang."

Teman Sandy, yang juga menjadi korban Maulana Aditya, mengatakan pesan tersebut adalah tanda belasungkawa komunitas sepeda terhadap temannya yang tewas akibat tabrak lari Dodge Journey di lokasi itu. "Itu buat mengingatkan," ujarnya.

Ia berharap ke depan ada jalur khusus bagi pengguna sepeda di Jakarta. Soalnya, menurut dia, kondisi jalan di Jakarta, belum ramah bagi pengguna sepeda yang kerap jadi korban tabrak lari. Apalagi, kondisi jalan di Jakarta, semakin padat kendaraan karena banyak pembangunan infrastruktur. "Harapannya ada jalur khusus sepeda. Tapi, sepertinya tidak mungkin," ucapnya. "Kalau infrastruktur tidak bisa, ya dibuat hari khusus bagi pesepeda."

 

 

 


sumber TEMPO.CO




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar