Reses Ali Suseno Di Marpoyan Damai

Banjir dan Status Kepemilikan Tanah Jadi Kelurahan Warga

  • Ahad, 12 November 2017 - 19:45:45 WIB | Di Baca : 45 Kali

 

 


Pekanbaru, SeRiau- Reses ke III ditahun 2017 ini dimanfaatkan Ali Suseno, anggota DPRD kota Pekanbaru dapil IV ini untuk menyerap aspirasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat, tepatnya masyarakat dilingkungan RT 02 RW 05 Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Persoalan yang paling mendesak dan diharapkan jadi prioritas masyarakat kepada Politisi Hanura ini yaitu, persoalan banjir yang kerap kali mengancam masyarakat setiap kali hujan mengguyur, dan yang kedua yaitu terkait persoalan status kepemilikan tanah warga, dimana ada lebih kurang 1000 yang status kepemilikan tanahnya belum jelas nasibnya.

"Setiap kali hujan rumah kami kebanjiran, apalagi sekarang daerah-daerah resapan banjir sudah sangat berkurang sejak ada bangunan-bagunan hotel megah dikawasan kami ini, seperti air bah turun dari hotel kerumah kami yang tepat berada dibelakang hotel, jadi tolonglah persoalan ini diprioritaskan dan dicarikan solusi terbaiknya seperti apa,"Ungkap iin salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi pada Reses Ali Suseno, Minggu (12/11/2017)

Menanggapi persoalan ini, Ali Suseno berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir ini, bahkan dalam waktu dekat Ali Suseno akan memanggil pihak manajemen hotel asnof yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir perkarangan rumah warga, selain sistem drainase yang juga kurang bagus.

"Kita akan surati manajemen hotel, kenapa ketika hujan turun air yang seharusnya mengalir kebagian depan hotel malah kebagian belakang yang merupakan rumah warga dan menyebabkan banjir tak terelakkan, maknya kita akan panggil pihak manajemen dan kita lakukan pertemuan dengan masyarakat juga,"

Disamping itu, Ali Suseno akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membongkar salah satu titik dijalan todak yang sistem drainasenya tidak bagus sehingga membuat aliran air tidak lancar.

"Akan kita buat jembatan mini dikawasan tersebut untuk melancarkan jalan air, insya allah akan terealisasi tahun ini 2018 nanti,"

Sementara terkait persoalan status kejelasan tanah warga di tiga RW yang bermasalah, Ali Suseno mengaku siap membantu atau memfasilitasi masyarakat untuk mencari kejelasan dan titik terang.

" Yang sedang hangat-hangat saat ini dihadapi oleh masyarakat yakni terkait status kepemilikan hak tanah, disaat masyarakat mendukung program pemerintah pusat (Prona) untuk mengurus surat tanah tapi dipihak BPN malah muncul persoalan hak Guna Usaha (HGU) perkebunan, ditengah kota perkebunan apa?,"

Pasalnya Lanjut  Ali Suseno, sejak tahun 1983 tidak pernah sama sekali digarap warga, makanya kita terus melakukan komunikasi dengan RT/RW yang bersangkutan.

"HGU yang dimaksud BPN tidak pernah ditempati dan ditanami, dan tidak pernah ada bukti dari pemerintah untuk izin di bidang perkebunan, kenapa masyarakat disebut menyeroboti lahan, ada apa dengan BPN?, kita tidak mau ada pihak-pihak yang bermain dalam peroalan ini, dan kita akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari titik persoalan,"

Disela-sela reses, Ali Suseno mengaku siap membantu keperluan masyarakat lainnya, seperti siap membantu menyediakan seragam buat para ibu-ibu pengajian dan majlis taqlim untuk lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan keagamaan.( Can)



Berita Terkait

Tulis Komentar