Dumai dan Kuansing Terima Penghargaan Dari BPJS Kesehatan

  • Selasa, 13 Desember 2022 - 13:10:06 WIB | Di Baca : 1063 Kali

 

SeRiau - PEKANBARU, - Di penguhujung tahun 2022, Kota Dumai dan Kabupaten Kuansing terima penghargaan khusus dari BPJS Kesehatan. Pasalnya 2 Kabupaten/Kota itu berhasil meraih predikat UHC.

Hingga akhir tahun ini ada sebanyak 5 Kabupaten/Kota di Riau yang sudah meraih Prediket Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan.
Penyerahan UHC itu bersamaan dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Jaminan Kesehatan Nasional se Provinsi Riau yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau bersama BPJS kesehatan, Selasa (13/12).  

Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbagteng Jambi Eddy Sulistijanto Hadie menyampaikan, hari ini (Selasa,red) pihaknya menyerahkan penghargaan kepada Kota Dumai dan Kabupaten Kuansing yang meraih predikat UHC.

Untuk itu tambah Eddy, pihaknya terus menggesa Prediket UHC setiap Kabupaten/Kota di Riau dan ada beberapa upaya yang dilakukan.
"Pertama, tentunya untuk jumlah kuota dan data Kemensos yang diserahkan ke Dinas Kesehatan harus clear. Pemprov Riau harus bisa menyakinkan Kemensos, bahwa kuota yang diberikan mencukupi karena pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan dibebankan ke daerah sedangkan jumlah kuota terbatas," ujar Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbagteng Jambi Eddy Sulistijanto Hadie.

Kedua, butuh dukungan dana dari pemerintah daerah baik itu provinsi atau kabupaten/kota karena akan ada sharing budget untuk penambahan kuota. 
"Kita berharap, semakin banyak daerah di Riau yang meraih UHC. Semoga tahun depan, lebih banyak daerah yang meraih UHC di Riau," ucap Eddy

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin mengatakan, meski Provinsi Riau masih belum bisa meraih Prediket UHC namun sudah ada 5 Kabupaten/Kota yang mendapatkan Prediket UHC BPJS Kesehatan. 

Pemerintah Provinsi Riau akan terus berupaya maksimal, agar bisa meraih Predikat UHC di tahun 2023 nanti. 
"Saat ini, jumlah cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Riau per 1 Desember 2022 baru berada di angka 85,55 persen atau berada diurutan ke-29 se Indonesia. Sedangkan pada pertengahan tahun lalu, Riau masih berada di urutan ke 34," ulasnya.

Meski Riau tambah Kadis, masih belum meraih Prediket UHC, namun sudah ada 5 Kabupaten/Kota yang meraih Prediket UHC yakni Kabupaten Meranti, Pelalawan, Bengkalis, Kuansing dan Kota Dumai.

Untuk itu Dinas Kesehatan Riau menargetkan, tahun 2023 seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi Riau sudah meraih Prediket UHC. Dimana, Prediket UHC bisa diraih ketika jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai angka di atas 95 persen.
Kegiatan rakor dan evaluasi itu, dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmi dan dihadiri oleh perwakilan Pusdatin Kementerian Sosial, Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin, Deputy Direksi Kanwil BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi Eddy Sulistijanto Hadie serta seluruh Kepala Cabang BPJS Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan se Riau. 

Selain itu, juga hadir Walikota Dumai - Paisal dan Plt Bupati Kuansing Suhardiman Ambi yang dalam kesempatan ini mendapatkan penghargaan khusus dari BPJS Kesehatan karena telah berhasil meraih Prediket UHC.

Asisten I Setdaprov Riau, Masrul Kasmi menyampaikan, sesuai dengan amanah Undang-undang tahun 2014 bahwa seluruh masyarakat harus memiliki jaminan kesehatan. Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Riau, maka dialokasikan dana ratusan miliar rupiah agar masyarakat Riau bisa berobat atau mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. 

"Pada tahun 2022, Pemerintah Provinsi Riau telah mengalokasikan dana sebesar Rp 204 miliar untuk kepesertaan BPJS Kesehatan mulai dari kalangan ASN dan masyarakat miskin. Sedangkan pada tahun 2023, alokasi dana untuk jaminan kesehatan yang dikucurkan diprediksi mengalami kenaikan menjadi Rp 222 miliar," ujar Masrul. (rn)





Berita Terkait

Tulis Komentar