Hanura Diprediksi Tidak Lolos ke Parlemen, OSO: Jangan Percaya Survei

  • Rabu, 09 Mei 2018 - 12:51:03 WIB | Di Baca : 798 Kali

SeRiau - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) menanggapi santai pertanyaan awak media, terkait hasil rilis sejumlah lembaga survei yang menyebut partainya hanya memperoleh persentase sebanyak kurang dari 4 persen.

Ia pun meminta agar hasil survei jangan terlalu dipercaya dan dijadikan tolak ukur dalam pemenangan Pemilu 2019.

Wakil Ketua MPR RI itu kemudian memberikan contoh bahwa seluruh kader Hanura hadir dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru.

Loading...

Sehingga hal itu bisa menjadi bukti partainya serius dalam upaya memenangkan Pemilu mendatang.

"Kalian jangan percaya survei-survei itu, kalian lihat nggak tadi, seluruh Indonesia hadir," ujar OSO, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Selasa (8/5/2018) malam.

Saat ditanya apakah dirinya optimis bisa kembali mengirimkan kadernya duduk di parlemen, OSO percaya diri dan mengaku optimis.

Ia menegaskan para kader semangat untuk bisa mengupayakan hal tersebut dengan menyusun strategi konkret, satu diantaranya melalui Rakernas yang akan ditutup pada hari ini.

"Oh iya harus optimis, dan semangat mereka (kader) begitu tinggi," tegas OSO.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia, pada Maret lalu memperlihatkan persentase suara yang diperoleh Hanura hanya sebesar 0,5 persen saja dan berada di peringkat ke-12.

Posisi Hanura jauh berada di bawah, jika dibandingkan dengan perolehan pada Pemilu 2014 lalu saat partai tersebut masih dipimpin Wiranto, yakni sebesar 5,26 persen.

Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia untuk Pemilu 2019, berikut urutan perolehannya, yakni:

1. PDIP 27,7 persen
2. Gerindra 11,4 persen
3. Golkar 8,0 persen
4. Demokrat 6,6 persen
5. PKB 5,8 persen
6. Perindo 4,6 persen
7. PKS 4,0 persen
8. PPP 3,5 persen
9. Nasdem 2,7 persen
10. PAN 1,9 persen
11. Garuda 0,7 persen
12. Hanura 0,5 persen
13. PBB 0,3 persen
14. Berkarya 0,3 persen
15. PSI 0,2 persen


Sumber: TRIBUNNEWS.COM




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar