Capaian Target Bapenda Pekanbaru Rp361 Miliar, Ami: Mulai Membaik

  • Ahad, 13 September 2020 - 19:01:19 WIB | Di Baca : 1396 Kali

SeRiau - Sejak awal tahun 2020, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru saat ini sudah menerima Rp361. Jumlah tersebut masih belum mencapai target yang telah ditentukan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin bahwa penerimaan pajak semenjak penerapan new normal sudah mulai membaik. "Alhamdulillah sudah mulai membaik kalau untuk penerimaan pajak daerah kita," katanya, Kamis (10/9/2020).

Khusus untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pihaknya masih memperpanjang penghapusan denda pajak hingga akhir September ini. "Untuk PBB, penghapusan denda kita perpanjang in hingga 30 September," ujar Ami sapaan akrabnya.

Loading...

Dia mengatakan bahwa Perwako terkait bebas denda dan angsur bayar masih berlaku. Oleh karean itu, pihaknya meminta agar segera memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah.

Diungkapkannya, capaian Bapenda pada tri wulan ketiga ini sudah di angka 87,5 persen. "Angka itu adalah target kita sampai dengan tri wulan ketiga ini. Kita berharap kita masih bisa mengejar dengan kondisi sisa waktu kita satu bulan di tri wulan ketiga ini," ungkapnya.

Secara keseluruhan Ami mengatakan bahwa capaian Bapenda hingga pertengahan September ini sudah mencapai Rp361 miliar. "Capaian kita sudah Rp361 miliar dari target kita Rp633 miliar. Berharap dengan sisa waktu 4 bulan terakhir ini kita masih bisa kejar itu," terangnya.

Namun kata Ami, jika kondisi Covid-19 ini semaki parah dan pemerintah pun mengharuskan untuk mengambil langkah pembatasan (Pembatasan Sosial Berskala Besa, red) akan berdampak besar pada pendapatan daerah. Menurutnya, kegiatan bisnis akan berpengaruh luas terhadap penerimaan pajak.

Ia menilai, penerimaan pajak semenjak era new normal sudah mulai bagus. "Tapi, kalau pemutusan virus ini tidak terkendali, tentu mau tidak mau pemerintah harus lakukan hal-hal yang seperti PSBB. Ketika itu dilakukan, maka nanti akan berpengaruh besar terhadap penerimaan kita," ungkapnya.

Sejauh ini kata Ami, sektor perpajakan yang lamban adalah tempat hiburan. Karena bioskop hingga kini belum dibuka.

Meski begitu kata Ami, sektor lain sepeti hotel dan restoran sudah mulai bagus. "Hanya saja, kita yakin bahwa pemerintah pasti akan melindungi masyarakatnya yang utama, kalau membatasi kembali aktivitas kita tentu akan berpengaruh besar," pungkasnya. (**H)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar