Pemerintah Beri 22 Bintang Jasa Tenaga Medis Korban Covid-19

  • Sabtu, 08 Agustus 2020 - 18:41:02 WIB | Di Baca : 792 Kali

SeRiau - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD 
mengatakan pemerintah bakal memberikan 22 bintang jasa bagi tenaga medis yang meninggal karena virus corona.

"Pada tanggal 13 Agustus hari Kamis yang akan datang akan menyerahkan 22 bintang jasa kepada tenaga medis yang gugur," ujarnya melalui konferensi video, Sabtu (8/8).

Ia menjelaskan sembilan tenaga medis akan mendapat bintang jasa pratama. Sedangkan 13 tenaga medis lainnya akan mendapat bintang jasa nararia.

Loading...

Bintang jasa ini, katanya, diberikan sebagai bentuk penghormatan pemerintah secara simbolik kepada tenaga medis yang gugur. Di samping itu keluarga tenaga medis tersebut juga diberikan santunan sebesar Rp300 juta.

Ia mengatakan pemberian tanda jasa pada Agustus ini nanti baru tahap pertama. Pihaknya akan kembali memberikan tanda jasa setelah data jumlah korban tenaga medis rampung di Kementerian Kesehatan.

Mahfud sendiri mengakui sempat ada sejumlah kendala yang dialami tenaga medis ketika awal pandemi. Mulai dari kekurangan alat pelindung diri (APD) dan ketidakjelasan jam kerja.

Namun ia mengklaim hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dan sudah ditangani. Ia mengatakan anggaran sudah dibelanjakan untuk membeli APD, dan rumah sakit juga diinstruksikan mengatur jam kerja tenaga medis.

"Sekarang ini kita sudah mulai mempunyai pola dalam rangka pengerahan tenaga dokter itu. Dan saudara tahu seperti APD, rapid test, swab, berbagai macam jenis obat sudah mulai dicari dan yang mungkin itu dikirim, disediakan oleh negara," ucapnya.

Ia menyadari banyak dokter menjadi korban terpapar maupun meninggal karena Covid-19. Hal ini, katanya, disebabkan oleh banyak hal mulai dari kelelahan, stres, sampai tertular virus.

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia mencatat terdapat 74 dokter meninggal sebagai suspek atau dinyatakan positif corona per 4 Agustus 2020. Dalam hal ini IDI mengharapkan Satuan Tugas Covid-19 memiliki data rinci jumlah tenaga medis yang terpapar corona.

"Harapan kami ada rujukan data tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 untuk keseragaman data, baik yang tanpa gejala, yang sedang dirawat, yang sudah sembuh, dan yang meninggal." (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar