Cegah dan Tangani Covid-19, Pemko Pekanbaru Gelar Rapid dan Swab Massal di Puskesmas Rejosari

  • Rabu, 29 Juli 2020 - 21:29:29 WIB | Di Baca : 1204 Kali

SeRiau - Seiring dengan meningkatnya penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya melakukan tindakan preventif. Berbagai upaya telah dilakukan dalam memutus penyebaran virus ditengah masyarakat sejak pandemi covid-19 melanda. 

Kali ini Pemko Pekanbaru melalui tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pekanbaru, kembali melakukan penyemprotan cairan disinfektan, di Kecamatan Tenayan Raya, Kelurahan Rejosari, Rabu (29/7). 

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Rejosari itu juga dilakukan Rapid tes massal dan tes swab (pemeriksaan cairan saluran tenggorokan) massal. 

Loading...

Kegiatan yang dibuka Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT yang diwakilkan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pekanbaru Muhammad Jamil SAg MSi diawali dengan apel gelar pasukan. 

Ada 300 alat rapid dan 300 alat swab yang disiapkan tim gugus Pekanbaru dalam rapid dan swab masal tersebut. Masyarakat yang mengikuti rapid dan swab massal diprioritaskan bagi masyarakat Kecamatan Tenayan Raya Kelurahan Rejosari serta Orang Dalam Pemantauan yang tercatat pada tim gugus tugas Pekanbaru. 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00WIB itu disambut antusias masyarakat. Ratusan masyarakat sudah berkumpul di areal Puskesmas guna mengikuti rapid dan swab massal. 

Dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan seluruh masyarakat yang hadir duduk di kursi tunggu menunggu antrian pemeriksaan. 

Satu persatu petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mulai bekerja melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat. Masyarakat yang mendapati hasil reaktis saat rapid tes langsung dilaksanakan tes swab. 

Pj Sekda Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan, Penyemprotan cairan disinfektan, rapid dan swab massal kembali dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Pekanbaru. 

Pasalnya, dikatakan Jamil bahwa Pekanbaru saat ini kembali pada zona merah atau tingkat penyebaran covid-19 tinggi. 

"Antusias masyarakat cukup tinggi ikut swab masal dan rapid tes ini. Kami juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di wilayah kelurahan rejosari, untuk antisipasi penyebaran covid-19," kata Jamil. 

Menurutnya, hal ini merupakan tugas pemerintah daerah dalam hal ini Pemko Pekanbaru untuk mengantisipasi penyebaran dan memberi tau kepada masyarakat bawah covid-19 masih ada. 

"Saat ini Pekanbaru zona merah, penyebaran masih banyak ada klaster baru dari yang positif covid-19 hasil tracking masih kita dapat penularan," terangnya. 

Untuk itu ia juga meminta masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Memutus mata rantai penyebaran tidak dapat dilakukan pemerintah saja, namun juga harus dari masyarakat itu sendiri. 

"Mari kita saling menjaga, menjaga diri, menjaga keluarga, dan masyarakat agar terhindar dari covid. Kami imbau supaya masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan, menjaga kebersihan diri, mari kita bersama melawan penyebaran covid-19," imbuhnya. 

Pemko Pekanbaru juga telah melakukan penerapan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah mulai, Senin (27/7) kemarin. WHF diprioritaskan bagi ASN umur 55 tahun dan wanita hamil menyusui, yang beresiko tertular covid-19. 

Ia katakan Pemko Pekanbaru akan terus berupaya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Rapid tes dan swab massal tidak kali ini saja diadakan oleh Pemko Pekanbaru. Namun penyelenggaraannya sudah dilakukan di 12 Kecamatan di Pekanbaru. 

Pihaknya juga berencana kembalikan melakukan penyemprotan cairan disinfektan, rapid dan swab massal jika kasus covid-19 masih tinggi. 

"Saat ini penyemprotan kami lakukan di seluruh areal Kelurahan Rejosari. Tapi kedepannya tidak menutup kemungkinan akan kita selenggarakan di tempat lain," pungkasnya.

Perlu diketahui, hingga Rabu (29/7/2020), pasien positif Covid-19 di Pekanbaru mencapai 160 orang. Dengan rincian 49 orang masih dirawat, 105 orang dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia. (**H)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar