Terduga Teroris di Bekasi Ditangkap saat Menginap di Rumah Kakak Ipar

  • Senin, 01 Juli 2019 - 22:23:28 WIB | Di Baca : 103 Kali

SeRiau - Satu orang terduga teroris bernama Abdurrahman yang ditangkap Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Minggu (30/6/2019) ternyata sedang menginap di rumah kakak iparnya, Rusdan.

Penangkapan itu terjadi di rumah Rusdan, di perumahan Griya Syariah, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Beka

"Terduga teroris satu orang itu, kebetulan dia main ke rumah kakak iparnya di situ (perumahan Griya Syariah). Rumah itu ditinggali oleh dia (Abdurrahman), istri, dan anaknya, tapi pemilik rumah di Griya Syariah itu miliknya si kakak ipar," ucap Ketua RT 001 RW 007  Rojun ketika ditemui wartawan, Senin (1/7/2019) sore.

Loading...

Abdurrahman diketahui menginap di rumah Rusdan semalaman sejak Sabtu (30/6/2019) sebelum diamankan polisi keesokan harinya pukul 11.30 WIB.

"Penggerebekan awal kita enggak tahu, teroris sudah masuk ke dalam (mobil) kita baru datang," ujar Ketua RT 01 RW 007 Kelurahan Kebalen, Rojiun kepada wartawan, Senin (1/7/2019) sore.

Menurut Rojiun, selama ini tidak ada gerak-gerik mencurigakan dari Rusdan selaku pemilik rumah. Sepenglihatan Rojiun, isi rumah tersebut juga hanya perabotan-perabotan rumah tangga pada umumnya.

Rusdan sendiri merupakan penghuni baru di perumahan itu dan sehari-hari beraktivitas sebagai pedagang makanan beku lewat internet dan dikenal aktif mengurusi sebuah media online.

"Kurang lebih baru 40 hari Rusdan tinggal di situ. Perumahan itu kan pemiliknya baru sedikit. Izin ke saya sih sudah, tapi enggak ngasih fotokopi identitas, cuma lapor saja. Kita enggak tahu kalau keluarganya ada terduga teroris," beber Rojiun.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di perumahan Griya Syariah pada Senin petang, tak ada tanda-tanda aktivitas di rumah yang dijadikan lokasi penggerebekan Abdurrahman. Hanya ada dua unit sepeda motor matik beserta beberapa pasang sandal yang berada di luar rumah.

Tak terlihat pula garis polisi yang merintangi kediaman itu. Situasi perumahan pun tampak sepi dengan medan jalan yang masih belum rata karena belum tuntas dibangun.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang berafiliasi kepada kelompok teroris global, Al Qaeda. 

Tersangka pertama adalah PW alias Abang, yang merupakan amir atau pimpinan organisasi tersebut. PW ditangkap di sebuah hotel di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019). 

Abdurrahman diketahui menjadi salah satu dari lima terduga teroris yang dicokok polisi selama akhir pekan kemarin. Dia merupakan salah satu orang kepercayaan PW yang menggerakkan organisasi JI di Indonesia. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar