Tiga Tahun Dana Bantuan Kesehatan tak di Cairkan Puskesmas, Jhon Romi : Kita Akan Usut Tuntas !

  • Selasa, 25 September 2018 - 17:27:31 WIB | Di Baca : 731 Kali
Jhon Romi Sinaga SE Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru

 

 

 

Loading...

SeRiau-  DPRD Pekanbaru menerima laporan dari beberapa pegawai Puskesmas yang ada di kota ini, terkait belum dibagikannya dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Dana BOK yang dimaksud belum dibagikan, sejak tahun 2016, 2017 hingga tahun 2018 ini. Padahal sudah ditransfer pihak Kemenkes RI.

Jumlah dana BOK tersebut mencapai miliaran rupiah. Laporan ini langsung diterima Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE, Selasa (25/9/2018). Katanya, laporan para pegawai ini langsung ditindaklanjuti ke Diskes Pekanbaru dan semua Puskesmas, yang menerima bantuan tersebut.

"Sungguh miris, kalau ini benar kejadiannya. Tapi kita telusuri hingga terungkap," kata Jhon Romi.

Sekadar diketahui, dana BOK tersebut merupakan bantuan dari Kemenkes RI setiap tahunnya. Khusus di Kota Pekanbaru bantuan dana BOK belum dibayarkan sejak tahun 2016, 2017 dan tahun 2018 ini, untuk seluruh Puskesmas di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data yang diperoleh DPRD dari Diskes Pekanbaru, BOK untuk seluruh Puskesmas di Kota Pekanbaru tahun 2016 pagu anggarannya Rp 4,3 miliar, realisasinya Rp 1,8 miliar. Sementara dana BOK tahun 2017 sebesar Rp 7 miliar, dengan realisasi Rp 6,7 miliar. Sedangkan BOK tahun 2018 ini sebesar Rp 9,4 miliar, dengan realisasi 965 juta lebih.

Namun semua dana BOK tersebut, belum disalurkan para Kepala Puskesmas di Kota Pekanbaru, untuk operasional Puskesmasnya. Termasuk untuk para pegawainya. Diketahui, Puskesmas sepenuhnya dapat memanfaatkan dana BOK, untuk melakukan aktivitas pelayanan yang berkaitan dengan segala kebutuhan masyarakat akan kesehatan.

Dana ini tidak boleh dibayarkan atau disetor ke pemerintah daerah, karena tidak ada kaitannya dengan sumber pendapatan daerah. Sehingga dana benar-benar murni sepenuhnya dimanfaatkan untuk menjalankan program kesehatan, yang dijalankan oleh Puskesmas. Secara khusus tujuan yang diharapkan dari penggunaan dana BOK meliputi tiga hal, yaitu meningkatkan layanan kesehatan bersifat preventif dan promotif. Kedua, menyediakan bantuan dana untuk aktivitas kesehatan yang juga harus melalui pendekatan preventif dan promotif. Ketiga, harus mendukung berlangsungnya mini lokakarya di setiap Puskesmas.

"Karena belum disalurkan, tentunya sangat kita sayangkan. Kita sudah koordinasi dengan Kadiskes. Bahkan kabarnya, setelah ribut-ribut dan dilaporkan ke dewan, Puskesmas baru mencairkannya hari ini (Selasa)," terangnya seraya mengatakan, dirinya tidak mau mendengar bahwa ini menjadi masalah pemerintahan pusat. Karena pusat sudah mentransfer dananya ke Pemko Kota Pekanbaru. Sehingga tidak ada pihak yang menyalahkan Pemerintah saat ini.

Karena sudah menjadi persoalan, DPRD sudah menjadwalkan memanggil seluruh para Kepala Puskesmas (20 Puskesmas) di Kota Pekanbaru, untuk digelar hearing pekan depan ini. Surat pemanggilannya sudah dibuat dan tinggal diantarkan. Tujuannya, agar dana bantuan ini benar-benar dibelanjakan sesuai aturan. Sehingga tidak ada prasangka buruk lagi.

"Kita juga akan pertanyakan sisa dana bantuan itu kemana saja dibagikan. Jika melanggar aturan, maka tentu kita akan serahkan ke penegak hukum agar diproses sesuai aturan pidana," tegasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Payung Sekaki Wahrida saat dikonfirmasi, mengaku sudah mencairkan dana BOK untuk Puskesmasnya. "Untuk tahun 2016 dan 2017 sudah cair, tinggal 2018 aja lagi belum cair. Itu yang kita tunggu," akunya. Berapa jumlah dana BOK yang dicairkan, Wahrida menjawab diplomatis. "Itu saya tak ingat jumlahnya," sebut Wahrida singkat.

Sementara itu, Plt Kepala Diskes Pekanbaru dr Rizaldi tak berhasil dikonfirmasi via Ponsel berkali-kali. Termasuk pesan singkat (SMS) yang dilayangkan  tak kunjung dijawab hingga berita ini dirilis. (Sumber : tribunpekanbaru.com)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar