Aparat Gabungan Bubarkan Deklarasi #2019GantiPresiden di Tangsel

  • Ahad, 23 September 2018 - 15:04:19 WIB | Di Baca : 362 Kali

SeRiau - Aparat gabungan dari polisi dan TNI terlihat bersiaga di area lokasi berlangsungnya deklarasi #2019GantiPresiden di Lapangan Nusaloka, Jalan Raya Ciater, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (23/9/2018).

Awalnya, deklarasi akan dilakukan di lapangan yang berada di Kampung Jati, Buaran, Serpong. Namun, karena banyak tekanan dari kelompok lain, akhirnya acara dipindahkan ke Nusaloka guna menghindari terjadinya benturan fisik.

Rangkaian acara deklarasi di Nusaloka itu pun tak berlangsung lama, baru beberapa saat panitia menggelar orasi di atas podium. Tiba-tiba puluhan personel kepolisian bersenjata lengkap, dibantu satuan Brimob langsung mengambil alih mobil sound system.

Loading...

Melihat kondisi itu, peserta deklarasi yang jumlahnya sekira seribuan massa itu sempat bersitegang dengan aparat sambil meneriakkan takbir berulang kali. Mereka kecewa dengan tindakan polisi yang meminta massa membubarkan diri ketika acara baru dimulai.

"Deklarasi kebangsaan ini adalah hak konstitusional, hak kami sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat dan itu diatur dalam undang-undang," terang Suparman, Ketua Pelaksana Deklarasi Kebangsaan #2019GantiPresiden kepada Okezone.

Menurut jadwalnya, rangkaian acara deklarasi #2019GantiPresiden akan diselingi pula oleh kegiatan santunan anak-anak yatim. Bahkan, sebelum dimulai, massa deklarasi terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Justru kami menghendaki acara deklarasi ini membawa kesejukan, makanya kemudian digeser dari semula di Kampung Jati, Buaran, ke lapangan di Kompleks Ruko Nusaloka ini, kami menghindari benturan dengan kelompok massa bayaran yang sudah berkumpul di Kampung Jati," ucap Julham Firdaus, tokoh masyarakat sekaligus juga Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden di Tangsel.

Sementara, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, apa yang dilakukan jajarannya semata-mata untuk menghindari resiko yang lebih besar. Di mana, ada kelompok yang ingin melakukan kegiatan, tapi di sisi lain ada pula kelompok yang menolak kegiatan itu.

"Ini kan pengamanan buat di lokasi pertama (Kampung Jati). Tapi berubah lokasinya (deklarasi). Jadi, kita perintahkan untuk dibubarkan, karena tak sesuai pemberitahuan di awal. Pemberitahuannya kan di Kampung Jati, tapi ternyata setelah kita bantu pengamanan dari Brimob, dari Kodim juga, ternyata lokasinya berubah, tak sesuai saat pemberitahuannya," kata Ferdy. (**H)


Sumber: Okezone




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar