Rebut Emas Asian Games 2018, Sepak Takraw Minta GOR Khusus

  • Sabtu, 01 September 2018 - 19:31:34 WIB | Di Baca : 204 Kali

 


SeRiau - Pelatih tim nasional sepak takraw Indonesia, Arsy Syam, meminta gelanggang olahraga (GOR) khusus setelah berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018.

Tim sepak takraw putra Indonesia menyabet medali emas di nomor quadrant setelah mengalahkan Jepang dengan skor 15-21, 21-14, 21-16 di Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (1/9).

Loading...

Arsy berterima kasih atas dukungan pemerintah selama ini. Meski demikian, Arsy mengharapkan ada peningkatan terhadap kualitas sepak takraw Indonesia.

"Harapan saya kepada pemerintah secara utuh, jujur, kalau Indonesia dibandingkan prestasi dengan negara lain, [fasilitas di Indonesia] agak kurang. Thailand ada GOR khusus. Sesungguhnya Indonesia bisa, anak-anak di quadrant kami asah di klub-klub Thailand hingga bisa mencapai peringkat ketiga di sana," kata Arsy usai pertandingan final.

"Qudrant itu nomor baru, sehingga dengan begitu, seluruh negara sedang mengasah pola baru. Jadi, kiranya [saya berharap] ada GOR khusus untuk sepak takraw di Indonesia," katanya menambahkan.

Tim sepak takraw Indonesia menyumbang total lima medali yakni satu emas, satu perak, dan tiga perunggu di Asian Games 2018.

Senang dengan Penghargaan Pemerintah

Arsy menghargai apresiasi pemerintah yang berniat memberikan bonus dalam bentuk uang, rumah, dan Pegawai Negeri Sipil. Ia mengatakan tim sepak takraw Indonesia sudah berjuang maksimal.

Ia bersyukur tim sepak takraw Indonesia berhasil menciptakan sejarah dengan merebut medali emas pertama di ajang Asian Games.

"Medali perak untuk sepak takraw Indonesia saja sudah sejarah, alhamdulillah Allah memberikan emas. Itu tercatat dalam sejarah. Pembuktian sudah ada, tinggal [apresiasi] pemerintah," ucap Arsy.

"Saya pikir pemerintah sampaikan itu [bonus] sudah ada pertimbangan, atlet berprestasi diberikan bonus. Saya tidak menuntut, tapi pemerintah pasti akan kasih itu semua. Kalau saya ingin GOR untuk sepak takraw sehingga kami tidak usah pindah-pindah lagi [dalam melakukan pemusatan latihan]," ucap Arsy melanjutkan.

Mengenai hasil pertandingan lawan Jepang, Arsy menyampaikan Jepang yang dihadapi di final berbeda dari ketika babak penyisihan Grup A dan final. Di penyisihan, Indonesia dengan mudah menumbangkan Jepang 2-0.

"Harus kami akui Jepang di final memiliki formasi berbeda. Nah setelah saya lihat perkembangan, saya harus mengatur strategi," ujar Arsy.

"Kami lengah dan lambat start, faktor psikologi juga memiliki pengaruh yang besar dalam sepak takraw. Di akhir set pertama saya sempat membaca itu [psikologi]," ucap Arsy. 

 

 

 

Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar