Perbedaan Idul Adha RI dengan Arab Saudi Harus Disikapi Bijak

  • Senin, 20 Agustus 2018 - 22:17:46 WIB | Di Baca : 239 Kali

 

SeRiau - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy meminta masyarakat muslim Indonesia tidak mempermasalahkan perbedaan waktu Hari Raya Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi.

Menurutnya, perbedaan ini adalah biasa karena bedanya posisi bulan yang menjadi dasar perhitungan penanggalan hijriyah.

Loading...

"Bukan hanya Indonesia yang berbeda. Bahkan Maroko yang lebih dekat dengan Arab Saudi juga berbeda," kata Rommy melalui siaran persnya, Senin, 20 Agustus 2018.

Arab Saudi akan merayakan Idul Adha pada Selasa, 21 Agustus 2018, sementara di Indonesia ditetapkan pada Rabu 22 Agustus. Perbedaan waktu ini juga terjadi pada pelaksanaan wukuf di Arafah dengan puasa Arafah yang dilakukan umat Islam di Indonesia.

Menurut Rommy, umat muslim Indonesia perlu menghormati penetapan Idul Adha yang telah ditentukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama bersama para ulama yang mewakili semua kelompok masyarakat muslim.

Menurutnya, keputusan yang diambil Kemenag bersama ulama itu sudah pasti didasarkan pada alasan dan dalil yang kuat. Dan penetapan Idul Adha pada 22 Agustus tersebut telah menjadi keputusan resmi pemerintah.

"Perbedaan waktu Idul Adha di sejumlah negara itu juga merupakan wujud dari kenyataan bahwa umat Islam saat ini berada di wilayah-wilayah yang memiliki penguasa berbeda. Di sinilah pentingnya kesatuan dan persatuan dalam menaat i ulil amri di setiap negara, termasuk Indonesia," kata Rommy.

Di media sosial, perbedaan waktu Idul Adha dan Hari Arafah ini telah melahirkan perdebatan hangat antar-netizen Indonesia. Rommy berharap perdebataan itu disikapi dengan bijak oleh semua masyarakat muslim Indonesia.

 

 

 

 

 

 


Sumber VIVA.co.id




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar