Menko Luhut: Masalah Rupiah, Kita Bisa Bereskan Beberapa Bulan ke Depan

  • Kamis, 02 Agustus 2018 - 19:35:20 WIB | Di Baca : 255 Kali

SeRiau - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, kembali meyakinkan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar perekonomian Indonesia kian membaik. Dia memakai acuan sejumlah data yang menyatakan kondisi ekonomi negara masih sehat meskipun tengah dilanda beberapa masalah.

"Semua kita bicara data. Data-data ekonomi kita bagus. Ada masalah Rupiah, tetapi bisa dibereskan dalam beberapa bulan ke depan, karena kita menggunakan biodiesel B20 yang bisa mengatasi masalah ini," klaim dia di Jakarta, Kamis (2/8).

Terkait kurs Rupiah yang kini masih berdiri di kisaran Rp 14.400 per USD, Menko Luhut menambahkan hal itu masih lebih baik dibanding negara lain semisal Brazil dan Turki. "Currency, Indonesia masih di kelas menengah. Jadi kalau dibanding Brazil, Turki, Indonesia masih lebih baik dari banyak hal," sambungnya.

Loading...

Selain itu, menurutnya, pemerintah saat ini tengah membangun industri yang banyak tertinggal selama bertahun-tahun. Khususnya pada sektor pariwisata.

"Sebut saja Garuda Wisnu Kencana sudah selesai, semalam saya dilaporin. Teluk Benoa, cruise terminal sudah dibereskan. Ini peluang mengangkut penumpang dengan kapal pesiar. Kami lihat sekarang potensi Indonesia sangat besar dan kami dorong terus," paparnya.

"Kemarin, kami baru tanda tangan dengan Qatar Investment Authority, USR 500 juta untuk Mandalika. Dia mau investasi lagi dalam banyak hal," dia menambahkan.

Lewat berbagai pembenahan itu, dia menegaskan, negara bisa mengantongi hingga USD 20 miliar dari sektor pariwisata dan USD 2 miliar dari penggunaan produk lokal. Dia pun meminta kepada berbagai kalangan, khususnya generasi muda, agar perkara ini tidak dipolitisasi dengan coba membohongi data.

"Saya titip sebagai senior kalian, jangan bicara bohong. Kalau pemerintah sekarang ada kurang, yes. Tapi saya ingin katakan, kami (Pemerintah) lakukan secara profesional dan dalam team work," tutur Menko Luhut. (**H)


Sumber: Merdeka.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar