Haji Lulung Mengaku Telah Dibohongi PPP

  • Jumat, 22 Juni 2018 - 00:10:22 WIB | Di Baca : 71 Kali

 

SeRiau - Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengaku telah dibohongi oleh partainya sendiri.

Lulung menyebut pernah diiming-imingi untuk 'naik kelas' dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DKI Jakarta ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) dengan sejumlah persyaratan. Namun setelah melaksanakan semua syarat, tawaran itu tak kunjung direalisasi.

Loading...

"DPP saya dibohongin. Katanya, 'Lulung deklarasi dulu untuk siap diperintah oleh Romi (Ketua Umum Romahurmuzziy). Saya lakukan sudah. Dia minta lagi, 'Pak Lulung menyerahkan kantor DPW PPP untuk verifikasi', saya kasih. Giliran saya minta kembalikan SK saya, enggak dikasih," ujar Lulung saat dihubungi, Kamis (21/6).

Lulung juga mengakui saat ini dirinya sedang bersitegang dengan rekan-rekannya di DPW DKI Jakarta PPP, terutama setelah ada kabar dirinya akan hijrah ke Partai Amanat Nasional (PAN). Salah satunya, menurut Lulung adalah Ketua DPC PPP Jakarta Pusat Mujahid Samad yang bahkan meminta Lulung mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta karena sudah hengkang dari PPP.

Lulung menyampaikan tidak akan mengikuti seruan itu. Pasalnya, saat ini dia masih berstatus sebagai kader PPP. Dia juga masih menunggu iktikad baik dari PPP untuk mengajaknya berunding.

"Jangan saya dibohongin, kalau enggak terima saya ya sudah, kan gitu. Kemudian jangan terus kemudian teman-teman (PPP) panik kalau banyak partai di negeri ini mengajak saya bergabung," tutur Lulung.

Namun demikian, jika niat baik dari partai berlambang Ka'bah itu tak kunjung datang, Lulung mengaku siap hengkang ke partai lain. 

Sebelumnya, Lulung memberi sinyal pindah ke PAN. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang ada di kesempatan yang sama pun tak membantah sinyal itu.

"Warnanya sudah biru. Insyaallah," ujar Lulung yang mengenakan kemeja biru ketika ditemui para pewarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (17/6).

Lulung memang memiliki rekam jejak perseteruan yang cukup panjang dengan partai pengusungnya. Puncaknya ada pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Saat itu Lulung diberhentikan oleh Djan Faridz karena tidak mau mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Lulung dan Ahok memang dikenal sering berselisih dan adu mulut soal kebijakan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. 

 

(sumber CNN Indonesia)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar