Ikan buat tidur anak lebih lelap

  • Kamis, 28 Desember 2017 - 06:11:28 WIB | Di Baca : 570 Kali

SeRiau - Anak-anak yang mengonsumsi ikan sedikitnya sekali sepekan rata-rata kualitas tidurnya membaik dan skor tes Intelligence Quotient (IQ) mereka lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang jarang atau tidak pernah makan ikan menurut studi baru yang dilakukan para peneliti Amerika Serikat.

Para peneliti dari University of Pennsylvania melakukan studi pada 541 anak usia sembilan sampai 11 tahun untuk menguji hubungan antara omega-3, asam lemak yang ada pada banyak jenis ikan, dan inteligensia dan tidur yang lebih baik.

Anak-anak yang meliputi 54 persen lelaki dan 46 persen perempuan itu disurvei mengenai konsumsi ikan mereka dalam sebulan terakhir sementara orangtua mereka ditanya tentang kualitas tidur anak-anak saat malam dan siang.

Loading...

Anak-anak lelaki dan perempuan itu juga diminta menjalani tes IQ untuk menguji kemampuan verbal dan non-verbal.

Para peneliti mendapati anak-anak yang setiap pekan makan ikan skor tes IQ mereka 4,8 poin lebih tinggi dibanding mereka yang "jarang" atau "tidak pernah" makan ikan.

Bahkan, anak-anak yang hanya kadang makan bisa mendapat skor tes IQ hingga 3,3 poin lebih tinggi.

Anak-anak yang mengonsumsi ikan lebih banyak dalam diet mereka juga dilaporkan lebih sedikit mengalami gangguan tidur dan secara keseluruhan kualitas tidurnya lebih baik menurut studi yang hasilnya disiarkan di Scientific Reports pada edisi terkini jurnal Nature.

"Kurang tidur berhubungan dengan perilaku anti-sosial; kognisi yang buruk berhubungan dengan perilaku anti-sosial," kata Adrian Raine, profesor dari Penn Integrates Knowledge, University of Pennsylvania, yang terlibat dalam studi itu.

Ikan untuk alzeimer

Sebelumnya, pakar kesehatan menyarankan untuk memperbanyak makan ikan karena kandungan asam lemak omega 3 tak jenuhnya mampu menghalau amiolid-beta peptida, salah satu pemicu munculnya penyakit Alzheimer.

Dilansir Indian Express, studi yang dilakukan Universitas Macau dan telah dipublikasikan dalam jurnal FASEB menemukan kalau asam lemak omega-3 tak jenuh bisa meningkatkan fungsi sistem glymphatic--berfungsi membersihkan "limbah" di otak, yakni zat kimia berbahaya sisa metabolisme tubuh saat beraktivitas.

Saat amiloid-beta dan protein menumpuk, maka bisa memicu perkembangan penyakit Alzheimer, parkinson, dan gangguan neurologis lainnya.

Omega-3 membantu mempertahankan homeostasis otak--kemampuan tubuh beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternal yang senantiasa berubah. Kemampuan ini berperan menghalau sejumlah penyakit neurologis, seperti penyakit Alzheimer, cedera otak traumatis, dan gangguan tidur lain.

 

 

 

 

 

Sumber : Rimanews




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar