Rasio Utang Tinggi, Alfamart Batasi Pembukaan Toko Baru

  • Senin, 30 Oktober 2017 - 15:17:26 WIB | Di Baca : 102 Kali

 

 
Jakarta, SeRiau- Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) penasaran. BEI pun meminta manajemen Alfamart untuk meminta penjelasan.

Salah satu pertanyaan yang diajukan BEI terkait kenaikan debt to equity ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas menjadi 3,58x yang disebabkan tambahan pinjaman sebesar Rp 2,6 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding rata-rata industri sebesar 1,82x.

Corporate Secretary, Tomin Widian, mengatakan, untuk menjaga rasio utang dan kebutuhan ekspansi perseroan akan lebih selektif dalam pembukaan toko-toko baru serta membatasi pembukaan toko baru.


"Agar rasio utang yang ditentukan dalam perjanjian kredit tetap terjaga," tuturnya dilansir dari keterbukaan informasi perusahaan yang disampaikan ke BEI, Senin (30/10/2017).

BEI juga mempertanyakan beberapa perjanjian kredit perseroan. Terdapat pembatasan bahwa AMRT harus menjadi rasio jumlah utang berbeban bunga terhadap modal sebesar 2x. Namun rasio interest bearing debt AMRT per 30 Juni 2017 sebesar 1,71x.

Perseroan juga dipertanyakan mengenai upaya yang dilakukan untuk menjaga jumlah utang sehingga tetap memenuhi negative convenant (hal yang tidak boleh dilakukan oleh penerima pinjaman selama jangka waktu kredit) itu.

"Upaya yang akan dilakukan untuk menjaga jumlah utang sehingga tetap memenuhi negative convenant dengan meningkatkan perputaran cash inflows dari peningkatan hasil penjualan dan penghasilan lainnya, selain itu meningkatkan likuiditas," tambah Tomin.

BEI juga mencatat perseroan memiliki beban bunga sebesar Rp 318 miliar yang menyebabkan penurunan laba bersih. Pada semester I-2017 perseroan mengalami penurunan laba bersih 16,38% dari Rp 90,37 miliar menjadi Rp 75,5 miliar.

Manajemen mengakui kenaikan beban bunga tersebut akan mempengaruhi kegiatan operasional sehingga berdampak pada pertumbuhan laba. Perseroan pun menanggapinya dengan membatasi atau mengurangi kemampuan pembukaan toko di tahun mendatang.

"Strategi perseroan menjaga tingkat beban bunga dengan meningkatkan perputaran persediaan dan penagihan piutang agar dapat mengurangi penggunaan fasilitas pinjaman bank sehingga tingkat beban bunga tetap terjaga dan diharapkan turun di masa mendatang," tukasnya.

Pada semester I-2017 total liabilitas AMRT memang meningkat dari akhir 2016 sebesar Rp 14,17 triliun menjadi Rp 18,5 triliun. Sementara total ekuitas perseroan hingga Juni 2017 sebesar Rp 5,17 triliun.    (Sumber : Detiknews.com)



Berita Terkait

Tulis Komentar