Bawaslu RI dan Kapolda Riau Lepas 50 Armada Tim Patroli Money Politic di Rokan Hulu

  • Kamis, 03 Desember 2020 - 18:56:08 WIB | Di Baca : 1531 Kali

SeRiau - Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin MSi Bersama Kapolda Riau Irjend Agung Setya Imam Effendi SIK MSi secara resmi melepas 50 armada Tim Patroli Money Politic di Rokan Hulu (Rohul). Pelepasan Tim Patroli Money Politic ini akan menyisir dan mengidentifikasi potensi money politic sampai ke kecamatan dan desa.

Hal itu digelar setelah tiga  pasangan calon bupati dan wakil bupati Rokan Hulu yang disaksikan pimpinan organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan mahasiswa se-Rohul menanda tangani deklarasi Tolak Money Politik . Acara dipusatkan di Taman Kota Pasir Pengaraian, Kamis (3/12/2020).

Turut hadir dalam pelepasan patroli money politic ini Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan, Komisioner KPU Nugroho Noto Susanto, Ketua Bawaslu Rohul Fajrul Islami Damsir dan Anggota, Kapolres Rohul AKBP Lukman Nurhidayat. Kemudian Ketua KPU Rohul Elfendri, Wakil Ketua DPRD Rohul Andrizal serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Rohul.

Loading...

Anggota Bawaslu RI Muhamad Afifuddin dalam sambutannya mengatakan, patroli money politic ini merupakan upaya Bawaslu untuk memastikan kualitas pelaksanaan Pilkada serentak.
"Bawaslu dan KPU tidak ada urusan siapa yang menang dan siapa yang kalah. tapi kami punya urusan bagaimana memastikan kualitas proses pelaksanaan pilkada itu berlangsung," ujarnya.

"Kemudian, Bawaslu juga punya tugas bagaimana memastikan pengawasan dan pencegahan dapat maksimal dilakukan," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjenpol Agung Setia Imam Efendi MSi dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan Pilkada di Rokan Hulu telah berjalan dengan baik di setiap tahapannya. Tidak ada akses negatif selama pelaksanaan Pilkada ini.

"Tentu ini harus tetap dijaga dan saya berterima kasih terhadap komitmen yang dibangun untuk tidak melakukan money politic," kata Kapolda.

Ia meminta Kapolres dan jajaranya selain tetap netral dan juga mengajak kepada ASN agar netral dalam pelaksanaan Pilkada ini. Sehingga apa yang dideklarasikan Polres Rohul dan paslon hari ini harus juga diaktualisasikan di lapangan. Praktek money politic menjadi kekewatiran semua orang termasuk paslon.

Di sisi lain Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan menyampaikan bahwa Bawaslu se-Riau juga telah menggelar patroli yang dimulai H-7 sebelum pencoblosan. Bawaslu di 8 kabupaten/kota sebelumnya juga telah melakukan pelepasan Tim Patroli di Mapolres masing- masing, Rabu (2/12/2020) kemarin.

"Ini sejarah pertama kali di Riau jajaran pengawas pemilu dan kepolisian bersama-sama sampai ke desa secara massif melakukan patroli money politic. Mudah-mudahan dengan sinergitas ini diharapkan perbuatan money politic ini bisa kita cegah," harap Rusidi Rusdan.

Rusidi menambahkan, pelaksanaan patroli Anti Money Politic ini melibatkan organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta elemen masyarakat lainnya. Sasaran patroli ini kegiatan pembagian uang atau materi lainnya.

Kemudian juga akan dilakukan pemeriksaan kendaraan pribadi, angkutan orang atau umum, maupun angkutan barang atau jasa, secara selektif yang diduga membawa barang ataupun uang yang akan digunakan untuk money politic.

"Di samping melakukan patroli, kita juga membuka posko pengaduan Anti Money Politic. Posko didirikan oleh Pengawas Kecamatan bekerja sama dengan Pengawas Desa atau Kelurahan dan Pengawas TPS. Lokasi-lokasi posko akan didirikan di sekitar TPS maupun tempat strategis lainnya," tutup Rusidi. (**H)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar