Disebut Dukung Prabowo Karena Utang Budi, Ini Jawaban Anies

  • Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:01:36 WIB | Di Baca : 793 Kali

SeRiau - "Ini bukan persoalan utang budi. Tidak juga urusan politik transaksional. Saya mendukung Prabowo karena beliau mengajarkan bagaimana menjadi negarawan. Bagaimana tidak, saya yang bukan bagian dari partai, termasuk Partai Gerindra, diizinkan dan didorong menjadi pimpinan di Jakarta, dan diusung banyak partai," ungkap Anies Baswedan di acara Mata Najwa pada Rabu (15/8/2018).

Hal tersebut Anies nyatakan ketika dirinya disebut merelakan Sandiaga menjadi cawapres dan mendukung Prabowo karena utang budi.

Prabowo telah mengumumkan nama pendampingnya di Pilpres 2018 yakni Sandiaga Salahuddin Uno.

Loading...

Didukung oleh tiga partai koalisi, PAN, PKS dan Gerindra, terpilihnya Sandiaga Uno di Pilpres 2019 membuat dirinya kehilangan dua jabatan sekaligus.

Dua jabatan tersebut diantaranya menjadi wakil gubernur DKI Jakarta dan kader Partai Gerindra.

Seiring mundurnya Sandiaga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, ternyata banyak video yang bertebaran di media sosial soal momen kekompakan dan kedekatan Anies - Sandi.

Banyak pihak mengatakan, Sandiaga mengkhianatinya.

Meski demikian, Anies Baswedan menegaskan, ia tidak merasa dikhianati Sandiaga.

"Jangan membayangkan seperti kita dua entitas berseberangan. Sandi mendiskusikan ini menjelang keputusan. Jadi Insyaallah kalau persahabatan jalan terus, pertemanan kita lintas generasi," bebernya.

Bahkan, Anies menuturkan, ia akan mendukung Sandiaga tetapi tak akan masuk dalam tim sukses keduanya.

Soal masalah kampanye yang akan dilakukannya, Anies Baswedan menegaskan Prabowo tidak pernah memintanya lakukan kampanye apapun.

"Dari awal Prabowo Subianto mengatakan, Anies Baswedan dari awal fokus di Jakarta. Hari Jumat kemarin sebelum pendaftaran, kita salat Jumat sama-sama, sesudah itu saya kembali ke Jakarta," bebernya.

"Sebagai pribadi, saya boleh memiliki pilihan apalagi Prabowo merupakan pengusung saya," sambungnya.

"Anda mendukung Pak Prabowo karena Anda hutang budi ketika dulu didukung jadi gubernur?" tanya Najwa Shihab selaku host.

"Sebenernya bukan hanya hutang budi, ini sebuah kepercayaan besar. Yang ditunjukkan Prabowo bukan investasi budi tapi cara hidup bernegara yang melampaui batas-batas politik," terangnya.

Hal tersebut dikatakannnya karena dahulu sebelum menjadi gubernur, ia bukan siapa-siapa, bukan bagian dari partai termasuk Partai Gerindra.

Meski demikian, ia diberikan kesempatan dan didorong menjadi pemimpin di Jakarta dan diusung banyak partai.

"Prabowo mengatakan gini, Pak Anies saya bukan melihat wajah anda. Tapi saya melihat wajah kakek anda dan kakek saya saat mendirikan Indonesia dan sekarang kita berjuang untuk Indonesia," tegasnya.

Anies Baswedan dalam kesempatan itu juga mengelak ketika ditanya perbandingan Prabowo dengan Jokowi.

"Itu sudah wilayah kampanye, nanti saja," bebernya.

"Saya bekerja dengan Bang Sandi dan didukung Pak Prabowo, maka saya pilih Prabowo dan Bang Sandi, jelas itu," lanjutnya.

Sementara itu, dilain kesempatan, Anies Baswedan menceritakan kesibukannya usai ditinggal Sandiaga Uno.

"Repotnya cuma satu saja. Kalau ada acara-acara saya enggak bisa bagi, disposisi untuk mewakili," cerita Anies kepada rekan media di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Agenda yang dimaksud, sambung Anies, salah satunya mengenai tentang olahraga yang biasanya diwakili Sandi.

"Terutama acara lari-lari itu. Saya biasanya titipin ke Bang Sandi, ada lari ada berenang. Sekarang saya mau titipi siapa coba?" kata dia.

Anies bercerita sejak menjabat Wagub DKI Jakarta, Sandi malah senang bila ada agenda olahraga.

"Jadi kalau kemarin kalau ada, pokoknya kegiatan yang heavy sport kita titipi Sandi. Soalnya dia senang juga, dia bilang, 'bro udah kalau (agenda) olahraga kasih aku aja,'" ungkap Anies.

Anies mengaku saat ini ia merasa sepi ditinggalkan Sandi yang kurang lebih sembilan bulan bekerjasama dengannya.

"Sekarang sepi, makanya dari kemarin suruh datang (ke agenda olahraga) terus saya," tutur dia. (**H)


Sumber: TRIBUNJAKARTA.COM




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar