Terkait Kasus Amoral, HMI Dan FPI Dumai Kecam Presidir PT KLK Nagendra Lechumanan Untuk Diganti dan Hengkang Dari Dumai

  • Selasa, 10 Desember 2019 - 09:16:58 WIB | Di Baca : 453 Kali
Presidir PT KLK Nadenra Lechumanan saat berada di Polsek Dumai Barat

 

Seriau- Direksi PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) diminta segera menonaktifkan jabatan Nagendran Lechumanan (Nagen) sebagai Presiden Direktur PT KLK Dumai dan 'memanggil pulang' yang bersangkutan yang berada di Malaysia. Kasus amoral berupa tuduhan perselingkuhan dengan isteri orang berinisial SY dinilai sebagai bentuk penistaan terhadap tanah melayu (Kota Dumai). Ini merupakan preseden buruk bagi warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia pada umumnya dan tanah melayu pada khususnya.

Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri kepada wartawan menyikapi proses dugaan kasus amoral yang melibatkan Nagen, Senin (09/12/2019) kepada awak media.

Loading...

"Terlepas sampai dimana proses hukum yang menjerat Nagen, kita minta Direksi PT KLK segera mengganti Nagen sebagai Presiden Direktur PT KLK Dumai dengan figur yang mampu menyesuaikan adab dan kepatutan tinggal dan bekerja di bumi melayu ini. Meskipun asas hukum berlandaskan praduga tak bersalah, namun secara adab hal yang dilakukan oleh Nagen sudah diluar kewajaran dan tidak menghargai adat istiadat tempatan," tegas Andi Qadri

Agar kegaduhan ini tidak berkepanjangan dan menimbulkan dampak lebih buruk,imbuh Andi Qadri, pihaknya menyarankan Nagen untuk segera meminta kepada Direksi PT KLK mengundurkan diri

"Sebaiknya mengundurkan diri.Ini sikap profesional dan meminimalisir dampak lebih buruk terjadi. Terserah mau minta jabatan apa ke Direksi, syaratnya jangan lagi penempatan di Indonesia pada umumnya dan Kota Dumai pada khususnya," ujar Andi Qadri

Selanjutnya, Andi Qadri meminta kepada pihak lain, khusususnya WNA yang bekerja di Kota Dumai agar menjaga adab selama tinggal dan bekerja. Dan, menjadikan kasus Nagen ini sebagai pelajaran agar tidak terjadi kembali.

Sementara itu ditempat terpisah hal serupa juga dilontarkan oleh Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kota Dumai, Muhammad Addhari, yang menegaskan harus ada efek jera bagi pelaku kasus amoral yang telah mencemarkan Kota Dumai. Disoal bahwa menyangkut proses hukum Nagen informasinya sudah diselesaikan, Addhari menyatakan jika proses hukum tidak dilanjutkan dengan berbagai dasar atau kebijakan dari penyidik atau merupakan kewenangan pihak yang berwenang, namun secara adat ini tidak bisa diterima.

"Jika tidak ada efek jera, bisa jadi kedepannya akan bermunculan kasus-kasus seperti Nagen ini. Faktanya sebagaimana informasi dirangkum, Nagen terciduk melalui operasi penggerebekan yang dilakukan oleh warga sedang berduaan dengan isteri orang inisial SY di rumahnya Jalan Tunas Muda Marlan Jaya, RT 010, Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan, Dumai, Jumat (06/9/19) sekira pukul 22.30 WIB. Dan, ada pengakuan dari suami SY yang mengarah kepada proses pembenaran terhadap kasus amoral tersebut. Kita lebih menyoroti terhadap kelakuan atau adab Nagen yang terindikasi sudah mencoreng bumi melayu ini,tegas Addhari

"Kepada pihak Direksi PT KLK agar segera 'memanggil pulang' Nagen. Dan, jika masih dipakai bekerja diperusahaan tersebut, jangan pernah lagi ditugaskan di Indonesia," tambah Addhari

Menyangkut tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, Nagen enggan membalas konfirmasi memalui telpon seluller dan short message service (SMS).Di telpon berulangkali, meskipun nada aktif namun Nagen memilih tak menjawab, bahkan nomor wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi di block.

 Seperti ramai diberitakan sejumlah media di Dumai bahwa sebelumnya pengerebekan yang menghebohkan berlangsung saat keduanya sedang berdua di dalam rumah dalam kondisi lampu padam, wanita yang berstatus memiliki suami itu ditemukan bersama NA.

Warga yang sudah lama curiga akhirnya menggerebek.Saat itu, warga mengetahui di rumah yang dihuni NA ada seorang perempuan diketahui berprofesi sebagai kontraktor di perusahan KLK. Kuat dugaan keduanya sudah sering melakukan hubungan gelap, karena kehadiran SY kerumah NA ini selalu terpantau oleh warga sekitar. (Dedi Iswandi)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar