Bos LPS Sadar Fesyen Berkat Darah Poppy Dharsono

  • Sabtu, 26 Mei 2018 - 14:36:37 WIB | Di Baca : 37 Kali

SeRiau - Berbalut blazer abu-abu dengan motif kotak-kotak, kemeja merah muda, celana khaki, dan sepatu pantofel mengkilat, Fauzi Ichsan tampil berbeda diantara para tamu undangan di acara pertemuan para bankir kala itu. 

Pria yang sehari-hari menduduki kuris Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengaku memang senang berkreasi memadukan busana yang dikenakan. 

Bukan tanpa sebab, ia menuturkan banyak hal yang membuatnya memperhatikan gaya berbusana. Salah satunya karena memiliki darah fesyendari ibunya, Poppy Dharsono, seorang perancang busana yang kini terjun ke dunia politik. 

Loading...

"Ibu saya seorang perancang busana, masa (penampilan) saya jauh dari dia? Kebetulan juga, keluarga saya memang necis, rapi, dari kakek dan nenek saya begitu," ujar Fauzi saat berbincang santai dengan CNNIndonesia.com, Jumat (18/5). 

Peran Ibu, sambung Fauzi, tak hanya sekadar memberi inspirasi dalam berbusana. Lebih dari itu, ia bahkan mempercayakan butik milik Poppy untuk membuat pakaian yang akan dikenakannya, terutama batik. 

"Saya juga suka batik, mulai dari batik Lamongan, batik Solo, dan lainnya. Kebetulan Ibu saya banyak koleksi batik, saya ambil saja dari rancangannya," ucapnya. 

Selain karena Poppy, Fauzi mengaku juga mendapat banyak inspirasi berbusana dari perkembangan fesyen Inggris. Hal ini karena sejak kecil ia sudah merantau ke Inggris guna menempuh pendidikan di asrama hingga memperoleh gelar sarjana dari London School of Economics. 

Menurutnya, perkembangan fesyen Inggris sebenarnya cenderung konservatif, namun memiliki ciri khas. Hal itu yang membuatnya tertarik dengan gaya berbusana kebanyakan masyarakat Inggris dan menempatkan Dunhill, brand pakaian yang berbasis di London, sebagai kesukaannya. 

Meski, di sisi lain, ia mengaku juga kerap melirik gaya busana dari kota mode, Milan di Italia. Maka tak heran bila brand pakaian asal negara itu, Ermenegildo Zegna, juga menjadi pilihannya. 

Di sisi lain, terlepas dari para penyumbang inspirasinya dalam berbusana, Fauzi bilang, memperhatikan gaya berbusana sejatinya merupakan bentuk rasa hormatnya kepada orang lain. "Pakaian itu mencerminkan karakter dan mencerminkan rasa hormat kepada orang-orang di sekeliling saya," katanya. 

Padu Padan ala Fauzi

Berkarir sebagai bankir membuat Fauzi akrab dengan pakaian formal yang cenderung konservatif, mulai dari setelan jas hingga kemeja batik. 

"Karena suka atau tidak, dunia keuangan itu dibangun berdasarkan trust (kepercayaan), itu lebih identik dengan konservatif. Tapi berbusana konservatif itu bukan artinya harus boring (membosankan), yang penting kombinasi warna dan padu padannya harus pas," jelasnya. 

Untuk kedua padu padan itu, Fauzi rupanya memiliki aturan tersendiri. Misalnya, untuk memilih jas, penentuan warna menjadi hal penting. Biasanya, ia menggenakan jas dengan warna lebih terang untuk acara siang dan menggunakan setelan yang lebih gelap untuk acara malam. 

Namun, untuk gaya jas, ia bilang, cukup dengan memiliki dua jenis jas, yaitu model jas yang memiliki penutup di depan dengan satu baris kancing (single breasted) dan model jas yang memiliki enam buah kancing di bagian depan dengan terbagi menjadi dua baris (double breasted).

"Sebenarnya fesyen laki-laki itu tidak banyak berubah. Kalau jas paling sekarang single breasted, tiga tahun berikutnya double breasted, lalu beberapa tahun lagi balik lagi ke single breasted lagi. Artinya kita bisa memiliki jas yang bisa digunakan selama enam sampai tujuh tahun," tuturnya. 

Sementara untuk batik, hal yang penting selain menyesuaikan warna, juga perlu melihat kecocokan motif dengan acara yang akan dihadiri. "Kalau siang cocoknya batik yang lebih terang, simple, tidak banyak corak. Kalau mau corak lebih ramai, itu cocok untuk malam hari," celetuknya. 

Sementara, bila akhir pekan datang, Fauzi bilang, ia lebih suka menggenakan jeans dan polo shirt karena lebih santai dan cocok digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. 

Di luar pemilihan gaya itu, ada satu lagi rahasia berbusana Fauzi, yaitu berbadan sehat. "Jas itu akan lebih baik jatuhnya kalau badan pemakainya itu fit. Makanya saya sering lari sekitar 12-13 kilometer setiap dua kali seminggu. Saya juga push up, sit up," katanya mengakhiri perbincangan. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar