Ironis!  Gaji MDTA Hanya Rp 650 Ribuan tapi Tertunggak

Zulfan : Pemerintah Harus Perhatikan Gaji Guru MDTA

  • Rabu, 29 November 2017 - 13:19:00 WIB | Di Baca : 57 Kali

 


Pekanbaru, SeRiau-Keberadaan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) selama ini dirasakan sangat penting untuk memberikan pembelajaran agama di luar rumah kepada anak-anak atau generasi bangsa.

Namun sayang, hingga saat ini nasib para guru MDTA ini kurang mendapat perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, bahkan untuk honor yang berada di angka Rp 650 ribu per bulannya tak juga terealisasi kepada guru MDTA yang selama ini sudah mengabdi.

Seperti yang disampaikan oleh Rizki, salah seorang guru MDTA Kecamatan Tampan, ia mengakui dari awal 2017 lalu, ia dan rekan rekannya hanya menerima 4 bulan saja insentif dari Pemko Pekanbaru. "Biasanya kami menerima setiap 3 bulan sekali, kini tidak lagi padahal hanya itu yang kami harapkan," singkat Rizki.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini meminta Pemko melalui intansi terkait bisa mencarikan solusi buat para guru MDTA yang insentifnya selama beberapa bulan ini tidak kunjung cair.

"Peran guru MDTA sangatlah penting, apalagi dalam membentuk regenerasi beriman dan bertaqwa yang bermuara kepada terwujudnya visi misi Walikota yang madani. Untuk itu haruslah mendapat perhatian oleh semua pihak terutama Pemko Pekanbaru," kata Zulfan Hafiz, Rabu (29/11/2017).

Politisi Nasdem ini juga mengatakan, bahwa para guru agama ini sangat memberikan kontribusi besar dalam pembentukan akhlak dan karakter anak bangsa terutama di bumi melayu yang kental dengan nuansa agama. Maka perlu perhatian serius pemerintah daerah terhadap kesejahteraannya.

Sementara itu menanggapi hal tersebut kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan bahwa, permasalahan belum juga dibayarnya intensif guru MDTA kota Pekanbaru itu karena keuangan Pemerintah Kota Pekanbaru yang tidak ada.

"Lima bulan kesanggupan Pemko untuk dibayarkan, disini bukan intensif guru MDTA saja yang kami berikan, intensif guru TPQ dan guru guru TK juga, semuanya sama sama lima bulan yang dibayarkan," kata Jamal.

Untuk mengatasi hal tersebut dikatakannya lagi bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenag Kota Pekanbaru, 2018 nanti pihaknya akan kembali menganggarkan 12 bulan.

"Nanti kita revisi lagi di APBD perubahan tergantung kas daerah lah, sementara itu untuk anggaran intensif seluruh guru seperti, PDTA, TPQ, TK, RA, guru non muslim dan Honor komite dalam setahun berkisar 33.676.800.000,- Hanya saja yang sanggup dibayarkan 5 bulan. Karena sesuai perwako, dibayar kan sesuai keuangan pemko. Sebab ini insentif," jelasnya.( Wanti)



Berita Terkait

Tulis Komentar