BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

  • Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56:56 WIB | Di Baca : 94 Kali

 

SeRiau - Pekanbaru – PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Workshop Akselerasi Pembiayaan UMKM bertema "Akselerasi Pembiayaan UMKM dengan Strategi Cerdas Pencatatan Keuangan Menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SiAPIK) Bank Indonesia dan Optimalisasi Riwayat Skor Kredit (SLIK) OJK".

Kegiatan yang digelar di Sharia Digital Center BRK Syariah, Kamis (16/7/2026), dibuka langsung oleh Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, dan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Kota Pekanbaru, serta pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan usahanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pemimpin Divisi MKM BRK Syariah Bobby Ferdian, Pemimpin Divisi Konsumer Irsyadi Sukri, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan T.M. Fadhly Kholis, Pgs. Pemimpin Divisi MSDI Rina Muthia Zuhra, Branch Manager BRK Syariah Arifin Ahmad Jon Hendri, serta puluhan pelaku UMKM dari Kota Pekanbaru.

Workshop yang digagas Divisi Mikro, Kecil dan Menengah (MKM) BRK Syariah ini merupakan agenda rutin sebagai bagian dari komitmen mendukung program literasi, edukasi, dan inklusi keuangan melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan usaha, BRK Syariah juga memperkenalkan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, sekaligus menghadirkan pameran produk hasil karya nasabah binaan BRK Syariah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing usaha lokal.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus mengatakan bahwa tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara profesional melalui pencatatan keuangan yang tertib.

"Pengembangan UMKM bukan hanya soal tambahan modal atau perluasan jaringan usaha. Pencatatan keuangan yang baik menjadi fondasi penting agar pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan usahanya, mengelola arus kas, serta merencanakan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," ujar Helwin.

Menurutnya, workshop ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem UMKM yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan SiAPIK, aplikasi pencatatan keuangan digital yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Ikatan Akuntan Indonesia, serta edukasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK.

Helwin menegaskan bahwa SLIK bukan menjadi satu-satunya dasar penilaian pembiayaan, namun merupakan salah satu indikator penting dalam proses analisis perbankan. Oleh karena itu, pelaku UMKM didorong untuk membangun rekam jejak kredit yang baik melalui kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kemitraan antara BRK Syariah dengan pelaku UMKM sehingga mampu menciptakan usaha yang semakin berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Helwin.(Rls)





Berita Terkait

Tulis Komentar