Setelah Wedang Jahe, Plt Sekwan DPRD Siapkan Sarapan Pagi UntukTamu

  • Senin, 22 Juni 2020 - 20:20:41 WIB | Di Baca : 1242 Kali
Badria Rikasari SE.Msi Plt Sekwan DPRD Pekanbaru

 


SeRiau-  DPRD Kota Pekanbaru kembali menghadirkan inovasi, buat para tamu yang berkunjung ke gedung Balai Payung Sekaki tersebut. 

Kali ini, Plt DPRD Kota Pekanbaru Badria Rikasari berupaya menyuguhkan jajanan khas pasar tapi bercitarasa tinggi.

Loading...

"Seringkali, beberapa tamu yang melakukan kunjungan ke gedung DPRD baik dari dalam ataupun luar daerah penasaran akan jajanan pasar, terlebih yang bernuansa tradisional khas Riau. Sehingga kita berupaya menyuguhkan kembali kue-kue ini," sebutnya saat berbincang bersama wartawan, Senin (22/6/2020).

Menu-menu tradisional ini, kata Rika sapaan akrabnya, bisa dinikmati oleh para tamu secara geratis di "Pondok Senyum" istilah dari stand yang disediakan Sekretariat. 

Kehadiran menu ini juga menjadi bentuk dukungan DPRD Pekanbaru terhadap makanan tradisional.

"Memang ini bukan berbentuk makanan berat, namun yang pastinya menyehatkan. Disamping itu juga ada snack, kopi dan teh yang juga bisa dinikmati para tamu," kata Rika.

Dia berharap hadirnya jajanan pasar berciri khas tradisional tersebut memberikan pengalaman baru bagi tamu yang berkunjung ke kantor DPRD Pekanbaru.

"Semoga dengan hadirnya menu-menu tradisional dapat menjadi tambahan pengalaman baru bagi tamu, apalagi banyak tamu yang berasal dari luar daerah," tutur Rika.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Ginda Burnama sangat mendukung langkah yang dilakukan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru. 

Ia menilai, disamping memperkenalkan jajanan tradisional, langkah ini dapat menggairahkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah ini.

"Kita minta pondok senyum ini bisa terus ada. Karena banyak nilai yang baik terhidang di dalamnya. Karena jelas UMKM merupakan tembok ekonomi," sebutnya.

Disamping itu, Ginda juga berharap ke depan akan ada ide -ide baru lagi yang di gagas dari sekretariat.

"Sebelumnya ada penyajian Jahe hangat, dan sekarang berupa jajanan pasar. Nantinya harus di gagas lagi, kalau bisa tetap bercita rasa tradisional," pungkasnya. (***)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar