MENU TUTUP

Ini Alasan Hari Anak Nasional Digelar di Pekanbaru, Riau Nomor 2 Tertinggi Tingkat Kekerasaan Pada Anak

Ahad, 23 Juli 2017 | 08:10:20 WIB | Di Baca : 1003 Kali
Ini Alasan Hari Anak Nasional Digelar di Pekanbaru, Riau Nomor 2 Tertinggi Tingkat Kekerasaan Pada Anak
Pekanbaru, SeRiau- Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2017 digelar di Pekanbaru, Riau. Pemilihan lokasi ini disebut terkait dengan kasus kekerasan terhadap anak yang masih tinggi di wilayah Sumatera. "Masih banyak terjadi kekerasan terhadap anak di Sumatera ini dan Riau. Baik kekerasan fisik, kekerasan psikis juga kekerasan seksual," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam pertemuan Forum Anak Nasional di Hotel Labersa, Kampar, Riau, Sabtu (22/7/2017). Pemerintah menurutnya memberi perhatian terhadap kasus kekerasan terhadap anak yang masih banyak terjadi di wilayah Sumatera. Pemerintah ingin menekan angka kekerasan tersebut. Dalam catatan Yohana, Riau menempati urutan kedua setelah Jawa Timur terkait kasus kekerasan terhadap anak. "Ini lah mengapa kita beralasan pelaksanaan Hari Anak Nasional kita pusatkan di Riau atau wilayah Sumatera," kata Yohana. Selain itu, Presiden Joko Widodo menurut Yohana mengeluarkan instruksi agar pelaksanaan HAN tidak selalu dipusatkan di Jakarta. "Sekarang kebijakannya, sebaiknya acara nasional harus dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, jangan dinikmati di pusat saja," kata Yohana. Melalui peringatan HAN sambung Yohana, masyarakat harus sadar untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Perlindungan harus dimulai dari keluarga. Peringatan HAN tahun 2017 bertemakan 'Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga'. Dengan pesan khusus 'Saya Anak Indonesia, Saya Gembira'. "Kenapa tema kita dari keluarga? karena akhir-akhir ini marak kekerasan pada anak juga berasal dari keluarga," ujarnya. "Kita fokuskan agar keluarga memberikan perhatian terhadap anak. Karena keluarga adalah unit terkecil sebagai tolak ukur kesejahteraan dan keharmonisan di negara kita," kata Yohana. Pesan khusus dari peringatan HAN yakni perlindungan dari negara terhadap anak-anak. "Dan menjaga hak-hak mereka (anak-anak) dan memperhatikan tumbuh kembangnya anak. Jadi mereka harus bangga jadi anak Indonesia dan anak itu harus gembira, mereka tidak boleh mengalami kekerasan apa pun oleh keluarganya," imbuh Yohana. (Sumber : Detiknews.com)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Kuasa Hukum Korban Penipuan Investasi Bodong di Dumai Lakukan Somasi Kepada Terduga Pelaku

2

Lulusan Institut MASTER, 80 Persen Sudah Bekerja dan Siap Jadi Agen Perubahan

3

Plt Kadisdik Riau Apresiasi Semarak SMK 2024 Tanpa Biaya APBD Riau

4

Kirim 3 Cabang ke FLS2N Seleksi Tingkat Nasional, Ini Target Kepala SMAN 13 Pekanbaru

5

Inilah Pemenang O2SN SMK Tingkat Provinsi Riau, Juara Pertama Wakili Riau ke Nasional