Minimnya Petugas Hambat Penyaluran Bantuan Gempa Lombok via Pos

  • Senin, 27 Agustus 2018 - 08:11:24 WIB | Di Baca : 444 Kali


SeRiau - Sejumlah kesulitan dialami warga Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pascagempa bumi yang datang beruntun dalam sebulan terakhir. Salah satu contohnya adalah persoalan dalam mencari paket kiriman barang mereka di Kantor Pos Mataram.

Para warga yang ingin mengambil barang yang dikirimnya harus mencarinya sendiri di tengah tumpukan barang-barang kiriman lainnya. Hal ini disebabkan petugas Pos yang jumlahnya hanya sedikit, sehingga tidak bisa bekerja secara meneyeluruh.

"Saya sudah empat kali cek paket yang dikirim dari Wonosobo, Jawa Tengah, sejak 15 Agustus 2018. Kita disuruh cari sendiri," kata Indriyanto, warga Ampenan, kepada Antara, Minggu (26/8).

Loading...

Dengan jumlah petugas Pos yang sedikit, ia memaklumi bahwa para petugas tersebut kewalahan memilah dan menyalurkan barang-barang kiriman tersebut.

"Terlalu banyak barang, sedangkan yang mengerjakan sedikit," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Idealnya, dia mengatakan, barang-barang kiriman itu dikelompokkan per tanggal kirim, sehingga pencarian barang bisa lebih mudah. Namun, kondisi yang belum sepenuhnya pulih pascagempa tampaknya membuat petugas Pos belum bisa melayani warga sebagaimana biasanya. 

Akibatnya warga harus sering bolak-balik ke Kantor Pos untuk mengecek kiriman dan mencarinya di antara tumpukan barang kiriman lainnya.

"Bahkan ada juga barang yang tidak sampai karena pengirim tidak diberi resi," kata Indriyanto, yang sudah mendapat kiriman paket yang ditujukan kepadanya.

Diketahui, gempa besar yang mengguncang NTB sudah terjadi dua kali, yakni berkekuatan 7,0 magnitudo pada 5 Agustus dan berkekuatan 6,9 magnitudo pada 19 Agustus. Sedangkan ratusan gempa susulan berkekuatan kecil hingga sedang terus melanda hingga Minggu (26/8) dini hari. 

Sebanyak 8 gempa susulan di antaranya memiliki kekuatan signifikan dan dirasakan guncangannya oleh masyarakat. Hal ini tentunya sudah menimbulkan banyak kerugian.

 

 

 

 

 

Sumber kumparan




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar