MENU TUTUP

Terancam Punah karena Iklim, Spesies Amfibi Baru Dinamai Donald Trump

Kamis, 20 Desember 2018 | 19:16:32 WIB | Di Baca : 1451 Kali
Terancam Punah karena Iklim, Spesies Amfibi Baru Dinamai Donald Trump

SeRiau - Spesies amfibi baru berwujud cacing yang hidup di bawah tanah baru saja ditemukan. Menariknya, spesies ini diberi nama seperti Presiden AS, Donald Trump, gara-gara pernyataannya tentang perubahan iklim belum lama ini.

Spesies itu diberi nama Dermophis donaldtrumpi oleh Aidan Bell, seorang CEO perusahaan EnviroBuil, setelah memenangkan lelang untuk mendapat hak istimewa tersebut. Bell menawar harga tertinggi, yakni 25.000 dollar AS atau setara 362.575.000 rupiah.

Dengan memberi nama spesies itu seperti nama Trump, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran manusia tentang perubahan iklim.

"(Dermophis donaldtrumpi) sangat rentan terhadap perubahan iklim dan karena itu ia sangat terancam punah sebagai akibat langsung dari kebijakan yang mengatasnamakan iklim," ujar Aiden Bell dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC, Rabu (19/12/2018).

Amfibi berwujud cacing dengan warna abu-abu mengkilat itu buta, hidup di bawah tanah, dan menggali pasir dengan kepalanya. Bell pun membandingkan hal itu dengan sikap Trump yang menyangkal perubahan iklim.

"Perilakunya ini seperti Donald Trump yang menghindari konsensus ilmiah bahwa perubahan iklim terjadi akibat ulah manusia," tulisnya.

Para ilmuwan terkemuka di seluruh dunia sepakat bahwa penyebab utama perubahan iklim adalah manusia.

Namun Trump yang agenda pemerintahannya mengejar bahan bakal fosil justru menuding para ahli telah bersekongkol dan memiliki 'agenda politik' sendiri. Ia tidak percaya manusia bertanggung jawab atas naiknya suhu Bumi.

"Saya tidak tahu bahwa ini (perubahan iklim) ulah manusia," katanya dalam wawancara dengan 60 Minutes di stasiun CBS pada Oktober lalu.

"Saya tidak menyangkal perubahan iklim, tapi (suhu Bumi) saya yakin sangat bisa kembali," imbuh Trump saat itu tanpa menawarkan bukti.

Bulan lalu, Trump kiha mempertanyakan laporan dari pemerintahnya sendiri yang menyimpulkan perubahan iklim bisa menelan biaya ratusan miliar dollar AS setiap tahunnya dan bisa merusak kesehatan.

"Saya tidak percanya," ujarnya pada para wartawan saat itu.

Setelah menjabat sebagai Presiden, Trump mengumumkan akan menarik diri dari perjanjian perubahan iklim Paris, yang mengikat negara-negara untuk membatasi kenaikan suhu global.

Ia mengatakan, keputusan ini diambil karena ia terpilih untuk melayani warga Pittsburgh dan bukan Paris. Menurut dia, perjanjian itu merugikan bisnis dan para pekerja AS.

Ini bukan makhluk pertama yang dinamai Donald Trump.

Tahun lalu, ada Neopalpa donaldtrumpi yang ditemukan ahli biologi Vazrick Nazari dalam koleksi ngengat Museum of Entomology di Universitas California. Menurut dia, warna kepala ngengat yang unik mengingatkannya pada sang Presiden. (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Benny Langsung Sembelih Hewan Kurban, SMAN 13 Pekanbaru Potong 4 Hewan Kurban

2

Kurikulum Merdeka Ditanah Air, Memerdekakan Pendidikan Ditanah Melayu

3

Buka Tutup. Gelper di Dumai Jadi Lahan Mencari Uang Setoran

4

Suwandi Pimpin Rapat Persiapan Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban

5

Gelar Aksi Bersih dan Olah Sampah, PLN Berkolaborasi dengan Masyarakat Pelestari Lingkungan serta Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara di Pekanbaru