MENU TUTUP

Pecahkan Rekor Dunia, Jam Tangan 'The Asprey' Terjual Rp56 M

Senin, 19 November 2018 | 06:29:39 WIB | Di Baca : 1491 Kali
Pecahkan Rekor Dunia, Jam Tangan 'The Asprey' Terjual Rp56 M

 


SeRiau - Jam tangan bergaya klasik 'The Asprey' berhasil memecahkan rekor dunia sebagai jam termahal setelah terjual di rumah lelang Sotheby dengan harga US$3,88 juta atau lebih dari Rp56 miliar. Pembelinya disebut merupakan sosok wanita yang memakai jin belel yang bisa berbahasa mandarin.

Pembeli disebut rela merogoh kocek dalam-dalam karena jam tangan ini dianggap bernilai tinggi. The Asprey berasal dari retailer London yang menjual jam tangan ini empat tahun setelah diproduksi pada 1952.

Nilai jual yang tinggi ini terbentuk lantaran keunikan dan kelangkaannya. Arloji yang sudah berusia 66 tahun ini didesain oleh Patek Philippe, perusahaan jam tangan mewah asal Swiss yang terkenal karena memproduksi banyak jam paling rumit di dunia.

Salah satunya adalah jam tangan 'The Asprey' karena memiliki kalender kronograf yang diatur hingga tahun 2499. Jam tangan bertali kulit cokelat ini juga dilengkapi dengan informasi hari, tanggal, stopwatch, hingga fase bulan. 

Selain itu, jam ini memiliki desain dengan detail lingkar berwarna emas. Di balik jam tangan ini, terdapat inisial pemilik pertama yakni RC. Dia membelinya pada 25 Mei 1956.

Kini, identitas pemilik jam tangan ini tak diketahui. Namun, seperti diberitakan Reuters, pembeli merupakan wanita muda dari Asia yang berbicara dengan bahasa mandarin. Sang 'crazy rich' ini duduk di bagian belakang dengan jin belel saat proses lelang berlangsung.

Jam tangan Asprey ini sebelumnya pernah dilelang pada 2006. Saat itu, jam tangan ini juga mencatatkan rekor dengan terjual seharga US$2,21 juta.

 

 

 

 

Sumber CNN Indonesia
 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Kurikulum Merdeka Ditanah Air, Memerdekakan Pendidikan Ditanah Melayu

2

Buka Tutup. Gelper di Dumai Jadi Lahan Mencari Uang Setoran

3

Suwandi Pimpin Rapat Persiapan Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban

4

Seorang Warga Dumai Kecewa Terhadap Lurah Bangsal Aceh Terkait Penolakan Peningkatan Surat Tanah

5

200 Guru PAUD se Riau Ikuti Diklat Berjenjang Tingkat Dasar. Ini Harapan Kepala BGP Riau