Difabel Keluhkan Huruf Braile di Soal UN Terlalu Kecil

  • Kamis, 04 April 2019 - 22:36:51 WIB | Di Baca : 414 Kali

SeRiau - Siswa tunanetra dan dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Balikpapan yang memgikuti UN mengeluh karena huruf dan angka braile pada soal ujian terlalu kecil 15 ribu. "Kalau terlalu kecil, perlu lebih hati-hati membacanya. Tahun lalu huruf brailenya lebih besar," kata Kepala SLB Balikpapan Mulyono, di Balikpapan, Kamis (4/4) terkait 'ujian nasional'.

Menurut dia, anak-anak didiknya yang tunanetra itu membaca tulisan braile dengan ujung jari-jari. Mereka sangat sensitif dengan ukuran huruf. Huruf braile adalah huruf timbul, berupa titik-titik dalam pola tertentu sebagai perwakilan huruf atau angka biasa.

Cara menulis braile juga adalah dengan membuat lubang di kertas dengan menggunakan alat pemberi pola yang disebut rigle. Akibat huruf di soal yang terlalu kecil itu, menurut Mulyono delapan siswa peserta ujian di SLBN Balikpapan didampingi oleh guru.

Loading...

Para guru membacakan soal-soal tersebut agar siswa tidak salah memahami soal. Menurut Mulyono, karena itu juga dengan sendirinya para peserta memerlukan waktu lebih banyak. Sekolah pun memberi tambahan waktu 30 menit untuk setiap mata ujian.

Ujian untuk para siswa SLBN adalah Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Tentang penambahan waktu untuk siswa tunanetra, Mulyono mengatakan, dilaporkan juga ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.

Ujian Nasional di SLBN Balikpapan diikuti 18 siswa. Selain delapan siswa tunanetra, ada tujuh siswa tunarungu dan tiga tunadaksa. "Selain anak-anak kami yang tunanetra, tidak ada hambatan berarti bagi yang lain," kata Mulyono.

SLBN Balikpapan yang beralamat di Jalan Letkol Pol Asnawi Arbain di Sepinggan Raya menyelenggarakan pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA. Pada tahun 2012, sekolah mendapatkan akreditasi A dari Kementerian Pendidikan.

Para siswa juga mencatatkan banyak prestasi baik di ajang kurikuler maupun ekstrakurikuler. Seperti juara desain grafis pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Sekolah Luar Biasa Nasional pada Agustus 2018. (**H)


Sumber: REPUBLIKA.CO.ID




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar