CEO Twitter Jack Dorsey Tuai Kecaman Usai Bertapa di Myanmar

  • Selasa, 11 Desember 2018 - 16:50:23 WIB | Di Baca : 1405 Kali

SeRiau - Bos jejaring media sosial Twitter, Jack Dorsey, menuai kecaman di dunia maya lantaran dua hari lalu dia mengunggah foto dan informasi dirinya menjalani meditasi di Myanmar dan memuji negara itu. Dorsey juga mengajak orang untuk berwisata ke Myanmar.

Dilansir dari laman the New York Times, Senin (10/12), warga dunia maya mengkritik Dorsey karena dia sama sekali tidak menyebut soal penderitaan etnis muslim Rohingya yang selama ini ditindas di oleh aparat keamanan di Myanmar.

Sejak Agustus tahun lalu sekitar 700 ribu warga muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh karena diburu militer yang ingin membalas serangan kelompok militan Rohingya terhadap pos polisi. Korban tewas warga Rohingya diperkirakan mencapai lebih dari 6.700 orang. Mereka juga mengalami penyiksaan, penganiayaan, pemerkosaan, dan pembantaian massal.

PBB menyebut tindakan kekerasan oleh militer Myanmar sudah masuk kategori genosida terhadap satu kelompok ras.

"Myanmar adalah negara yang indah. Orang-orangnya penuh kebahagiaan dan makanannya luar biasa. Saya mengunjungi Kota Yangon, Mandalay, dan Bagan. Kami juga melihat banyak kuil dan bermeditasi di sana," tulis Dorsey di akun Twitternya hari Minggu lalu seraya mengunggah sejumlah foto.

"Apakah ini satire," kata seorang pengguna Twitter menanggapi unggahan Dorsey. "Semoga ini satire."

Tak sedikit pengguna Twitter yang kemudian mengecam unggahan Dorsey itu dengan menyebut dia buta informasi soal Rohingya.

Setelah berkicau tentang meditasi dan perjalanannya di Myanmar itu, Dorsey mengatakan dia akan dengan senang hati menjawab pertanyaan soal pengalamannya selama di negara itu. Namun sejauh ini dia tidak merespons kecaman atas kicauannya.

Manajer Komunikasi Twitter di Asia Pasifik, Kate Hayes, menolak berkomentar. (**H)


Sumber: Merdeka.com





Berita Terkait

Tulis Komentar