MENU TUTUP

Seorang Polisi di Medan Tembak Rekannya hingga Tewas, Motifnya Bercanda

Selasa, 31 Maret 2020 | 06:31:36 WIB | Di Baca : 2812 Kali
Seorang Polisi di Medan Tembak Rekannya hingga Tewas, Motifnya Bercanda

SeRiau - Seorang anggota Satuan Sabhara Polrestabes Medan Bripda DS (21), tewas ditembak oleh rekannya, yakni Bripda KHN.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/3/2020) sore, di barak Sat Sabhara Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau Medan.

Bripda DS, meninggal dengan luka tembakan di bagian kepala sebelah kiri dan menembus sebelah kanan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edison Isir mengatakan, dari pemeriksaan sementara yang dilakukan pelaku diduga tidak sengaja menembak korban.

Karena saat kejadian itu, motif pelaku bercanda sambil menodongkan pistol kepada korban.

Hanya saja pelaku tidak mengira bahwa senjata yang digunakan tersebut ternyata berisikan peluru.

Meski demikian, Johnny mengaku hingga saat ini masih terus melakukan upaya penyidikan.

Pasalnya, senjata yang digunakan pelaku tersebut diketahui bukan milik bersangkutan, melainkan milik Wadir Krimsus Poldasu AKBP Bagus Oktobrianto.

"Kami masih mendalami mengapa senjata itu bisa sampai di tangan yang bersangkutan," jelasnya seperti dilansir dari Antaranews.com, Senin (30/3/2020).

Atas peristiwa tersebut, pihaknya telah menetapkan Bripda KHN sebagai tersangka.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mati dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban