MENU TUTUP

Lagi, Turis Asing Ditangkap Usai Pukul Sekuriti di Bali

Sabtu, 30 November 2019 | 22:34:36 WIB | Di Baca : 1561 Kali
Lagi, Turis Asing Ditangkap Usai Pukul Sekuriti di Bali

SeRiau - Kasus pemukulan yang dilakukan turis asing di Bali kembali terjadi.

Kali ini, seorang turis Australia bernama Whiting Zac William (18) memukul Adni Junus Liu (33), seorang sekuriti di restoran cepat saji Burger King, Jalan Legian Kuta Badung, pada Jumat (29/11/2019) pukul 02.30 Wita.

Kepala Polsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihaknya.

Tak lama setelah kejadian, pelaku langsung diamankan di tempat menginapnya di Jalan Popies, Kuta.

Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang duduk di depan Burger King. Lalu, ada beberapa orang asing ribut-ribut dengan tukang ojek karena ponselnya hilang.

Korban lantas menegur turis asing tersebut agar tak ribut.

Beberapa saat kemudian, orang tersebut menanyakan kepada korban apakah melihat orang yang mengambil ponselnya. Bahkan, memaksa korban untuk bertanggung jawab atas kehilangannya.

Tiba-tiba saja salah satu dari mereka memukul korban di wajah yang menyebabkan luka robek pada pelipis sebelah kiri.

"Atas kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kuta," kata Teuku, Sabtu (30/11/2019) malam.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku melakukan pemukulan sebanyak dua kali.

Ia memukul karena marah kepada korban sebagai sekuriti yang berjaga di sekitar tempat hilangnya ponsel teman pelaku. (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban