MENU TUTUP

LKPP Sudah Prediksi Proyek E-KTP Akan Bermuara ke Pengadilan

Kamis, 01 Februari 2018 | 21:06:02 WIB | Di Baca : 1623 Kali
LKPP Sudah Prediksi Proyek E-KTP Akan Bermuara ke Pengadilan

 


SeRiau- Setya Budi Arijanta dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan bahwa sejak awal pihaknya telah menduga ada persoalan dalam proyek e-KTP. Namun, rekomendasi LKPP ternyata tidak ditindaklanjuti oleh Kementerian Dalam Negeri.

Akibatnya, proyek tersebut benar-benar bermasalah dan menimbulkan kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun.


"Kami hanya berikan advokasi pendampingan. Kalau kami tidak dituruti, biasanya bertemunya di sini, di pengadilan," kata Setya ketika bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

Setya Budi moengatakan, undang-undang menjelaskan bahwa rekomendasi LKPP harus ditaati. Namun, jika tidak diikuti, masing-masing lembaga harus siap menerima risiko.

Dalam hal ini, termasuk untuk bertanggung jawab secara hukum di pengadilan. Menurut Setya Budi, dia sudah beberapa kali menjadi saksi dalam perkara korupsi yang terkait pengadaan barang dan jasa.

Dalam kasus e-KTP, menurut Setya Budi, pemenang lelang sudah ditetapkan saat masih ada proses sanggah banding. Selain itu, Kemendagri tetap menggabungkan pengadaan sembilan item dalam proyek e-KTP.

Padahal, selama masih ada proses sanggah banding, pemenang lelang belum dapat meneken kontrak. Kemudian, LKPP menyarankan agar pengadaan 9 item paket pekerjaan dipecah menjadi satu per satu.( Sumber : Vivanews.com)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

2

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

3

MAN 2 Pekanbaru Cek Ulang Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat, Kamad: Ada Pergeseran Sebesar B292 Derajat

4

Hadiri HUT PAMAGAR ke 3, Wabup JC : Semoga Semakin Solid dan Jaya

5

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI