Komisi IV Hearing Bersama Perwakilan Kementrian Perhubungan, Dishub, Organda dan Pengemudi Taxi 

Pasca Insiden Berdarah di Bundaran Mall SKA

 

Sabtu, 25 November 2017

PEKANBARU,SeRiau - Aspirasi yang disampaikan pengemudi konvensional yang berasal dari 4 kelompok taxi, Puskopau, Blue Bird, Kopsi dan Riau Taxi, Senin (21/08) siang, mencapai kata kesepakatan saat berunjuk rasa di DPRD Pekanbaru.

Guna mencari solusi, Komisi IV Kota Pekanbaru melakukan hearing bersama Perwakilan Kementerian Perhubungan, Dishub Pekanbaru, Perwakilan Polresta Pekanbaru, Organda Pekanbaru dan 4 Perwakilan kelompok taxi konvensional, pengemudi berbasis aplikasi online bakal di tertibkan di Pekanbaru.

"Kita akan membentuk tim yang dikoordinasikan oleh Satpol PP, Polresta Pekanbaru dan Komisi IV untuk melakukan penertiban kegiatan pengemudi online," demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril dalam Hearing.

Kesepakatan itu, muncul setelah Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru yang diketui oleh Agus Sikumbang, menyampaikan keluhannya  di DPRD Pekanbaru pasca insiden berdarah yang terjadi di sekitaran bundaran Mall SKA, Minggu (20/08) malam. 

Di hadapan anggota dewan, dia mengaku bahwa 9 taxi konvensional Pekanbaru mengalami rusak parah karena dilempari oleh oknum angkutan online.

"Kami minta hasil rapat ini, dikawal di DPRD Pekanbaru," ujar Agus di dalam rapat tersebut.

Senada dengan Kepala Dishub Pekanbaru, Aripin Harahap. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tetap komitmen dalam menindaklanjuti keputusan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, untuk tidak memberikan kuota bagi pengemudi online. Menurutnya, hingga kini Dishub Pekanbaru tetap konsiten memberlakukan aturan tersebut.

"Hasil permintaan taxi konvensional dan organda sampai sekarang belum ada rekomendasi dari kita tentang kuota pengemudi online. Kuota kita berikan nol. Ini menindaklanjuti himbauan Walikota Pekanbaru yang dikeluarkan pada bulan Mei kemarin," ujarnya. ***