Pemkab Gelar Syariful Anam Sempena Maulid Nabi

150 Balita Ikuti Cukur Rambut Massal

  • Jumat, 01 Desember 2017 - 09:50:12 WIB | Di Baca : 32 Kali


KARIMUN, SeRiau - Sebanyak 150 balita dicukur rambutnya secara massal oleh pemerintah daerah Kabupaten Karimun, dalam acara syariful anam atau cukur rambut dalam adat Melayu, bersempena memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat pagi (1/12) di halaman rumah dinas Bupati.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, agenda curkur rambut tradisi Melayu atau syariful anam itu merupakan tahun kedua yang digelar sejak tahun lalu.

"Kegiatan ini sebetulnya rutin dibuat setiap tahunnya oleh masyarakat Pulau Parit, ini tradisi Melayu bagi anak-anak balita yang belum cukur rambut. Tapi dalam dua tahun ini kita gelar untuk tingkat Kabupaten. Dengan harapan agar budaya kita orang Melayu ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan," ucap Rafiq.

Hanya saja, jumlah peserta cukur rambut menurutnya masih sangat sedikit, sehingga pada tahun mendatang hendaknya dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Sementara, Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Karimun, Zamri mengatakan, agenda tersebut merupakan yang keduakalinya dilaksankaan dan untuk tahun ini diikuti sebanyak 150 peserta, 30 diantaranya merupakan masyarakat yang dicari sendiri oleh pemerintah daerah di Pulau Karimun, sisanya 120 anak lagi merupakan utusan dari 12 Kecamatan se Kabupaten Karimun.

"Rencananya kedepan akan kita gelar lebih meriah lagi. Ini tahun kedua yang kita gelar dan lebih ramai dari tahun pertama kemarin. Mudah-mudahan bisa menjadi daya tarik wisatawan khususnya soal Budaya di Kabupaten Karimun," harap Zamri.

Dalam acara cukur rambut tersebut, digelar berurutan dan masing-masing tamu FKPD menerima giliran untuk mencukur rambut bayi yang belum digunting. Pernak pernik yang disediakan pun seperti beras kunyit, tepung tawar, bubur sumsum merah dan putih, serta kelapa yang belum ada isinya sebagai wadah dari rambut yang selesai dicukur. Setelahnya kelapa muda itu akan dibawa

pulang oleh masing-masing orang tua untuk dikubur bersama dengan rambut yang ada didalamnya di pekarangan rumah.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar