Harus Selektif Sebelum Beras di Distribusikan

Bupati Minta Bulog Segera Kembalikan Beras Tak Layak Konsumsi

  • Rabu, 29 November 2017 - 15:45:18 WIB | Di Baca : 29 Kali

KARIMUN, SeRiau - Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada Bulog untuk segera mengembalikan beras sejahtera (Rastra) sebelumnya disebut beras miskin (Raskin) yang tak layak konsumsi atau yang sudah kadaluarsa.

"Yang kadalurasa atau tak layak konsumsi seharusnya tidak di distribusikan dan harus dibuat laporan. Kondisi beras yang tidak layak dan sudah terlanjut diterima ini kita minta Bulog agar dikembalikan saja ketempatnya. Daripada masyarakat merasakan bahwa seolah-olah beras yang kita berikan yang tidak layak untuk mereka konsumsi. Jangan sampai ada imej seperti ini," ucap Rafiq di Gedung Nasional, Rabu (29/11).

Rafiq juga meminta kepada Bulog untuk selektif. Jangan hanya gara-gara ingin mengahbabiskan stok yang ada di gudang Bulog, tapi justru tidak melihat kualitas. Karena meskipun penerima rastra merupakan orang yang tidak mampu atau yang hidup dibawah garis kemiskinan, bantuan yang diberikan harus yang berkualitas dalam hal ini rastra yang diterima harus layak.

Rafiq pun menilai kondisi beras tak layak pakai itu bukan unsur kesengajaan, tapi karena tidak dilakukan pengecekan rutin ditambah beras tetap tersimpan dalam karung yang tertutup rapat. Sehingga saat di distribusikan tidak diketahui kondisi yang sesungguhnya. Pada saat dibuka ternyata kondisinya tidak layak konsumsi.

"Ini baru pertama kali kita temukan, mungkin beras itu sudah cukup lama digudang dan sampai kadaluarsa, sehingga ini menjadi persoalan. Kondisi beras yang tak layak ini baru pertama kali kita temukan di gudang Bulog, mungkin karena faktor penyimpanan atau pengangkutan, bisa jadi saat diangkut terkena air sehingga beras jadi tidak tahan dan busuk. Kemudian ditambah dengan kondisi gudang penyimpanan yang tidak memenuhi standar suhu, sehingga mempengaruhi kualitas beras," jelasnya.

Saat dilakukan sidak oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim lanjut dia, memang yang ditemukan hanya sebagian saja. Dari stok di gudang Bulog terdapat dua jenis beras untuk ukuran karung 50 kilogram dalam kualitas cukup baik dan 15 kilogram yang dinilai bermasalah. 

"Tapi saat disidak kemarin memang tidak seluruhnya kondisi beras tak layak, hanya sebagian. Makanya kita himbau agar jangan terulang lagi dan harus di cek secara benar sebelum di distribusikan. Saya juga menghimbau kepada para Camat sebagia penerima beras untuk didistribusikan ke warganya agar ikut menegcek beras Bulog. Kalau kondisinya sangat tidak layak jangan diterima dan jangan diberikan kepada masyarkaat," tegasnya.

Sementara, Kepala Gudang Bulog Karimun, Desrial kepada wartawan membantah ketika dikatakan kondisi beras yang tak layak konsumsi.

"Kalau menurut kami itu masih layak konsumsi, mungkin masyarakat melihatnya dari warna berasnya sudah kuning, sehingga beranggapan mungkin beras itu tidak layak konsumsi," katanya.

Disampaikan bahwa kondisi beras sudah berjamur, lagi-lagi Desrial membantah hal itu. Karena menurutnya, biasanya ada tim surveyor dari Sucofindo yang melakukan survei, untuk memastikan apakah kondisi beras itu layak dikonsumsi atau tidak.

"Ada lembaganya," kata Desrial lagi.

Seandainya ada beras yang memang tak layak konsumsi, Desrial mengaku akan dikembalikan dan menukarnya dengan beras layak konsumsi. Terjadinya kondisi beras yang tak layak konsumsi bisa jadi karena faktor terlalu lama tersimpan, sehingga kualitas dan mutunya makin menurun. Apa lagi beras dalam negeri tidak menggunakan pengawet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Karimun Anwar Haysim menegaskan kepada Bulog untuk menyetop pendistribusian beras Bulog di masyarakat. Penegasan itu disampaikan lantaran kondisi beras ternyata memang sangat tidak layak konsumsi.

Informasi itu disampaikan Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Muhammad Syahruddin, Selasa (28/11) setelah mendampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dalam inspeksi mendadak di gudang Bulog tepatnya di Pelabuhan Parit Rampak, Senin pagi (27/11).

"Memang semalam (Senin-red) Pak Wabup telepon saya ngajak saya dampingi dia untuk turun ke gudang Bulog, kata Wabup dia dapat laporan dari warga kalau beras sejahtera (Rastra) yang biasa disebut beras miskin (raskin) kondisinya tidak layak konsumsi. Kami pun langsung melakukan inspeksi mendadak dan saya bersama Wabup sempat membuka beberapa karung beras untuk melihat kondisiberasnya. Ternyata memang ditemukan ada kondisi beras rastra yang tak layak konsumsi," kata Syahruddin.

Rastra yang disimpan pada gudang Bulog tersedia dalam dua jenis karung, yakni ukuran 50 kilogram dan 15 kilogram. Secara keseluruhan yang 50 kilogram dalam kondisi baik dan yang 15 kilogram tak layak konsumsi.

"Jadi Wabup minta agar kondisi beras yang tidak bagus jangan didistribuskan ke masyarakat dan harus disetop. Kecuali yang kondisinya bagus silahkan dan harus segera dikirim. Saat kami sidak sudah dipisah-pisahkan untuk masing-masing Kecamatan, tinggal dijemput saja dan dalam waktu dekat ini Kecamatan Kundur akan menjemput Rastra, tapi kita perintahkan harus disortir ulang, yang kondisinya tak bagus jangan di drop," kata Syahruddin lagi menirukan ucapa Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim.

Wabup kata Syahruddin lagi, sudah menghubungi Bulog Batam dan meminta untuk tidak lagi mengirim beras yang kondisinya tak layak konsumsi. Untuk mempertegas permintaan Wabup itu, Syahruddin pun berencana akan mendatangi Kantor Bulog Batam yang juga sebagai penanggungjawab Bulog di Karimun, dengan maksud agar jangan lagi kirim beras tak layak konsumsi.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar