Bupati Tinjau Asrama Mahasiswa Karimun di Jogja

Rafiq: "Sholat Lima Waktu Berjamaah Jangan Ditinggalkan"

  • Jumat, 24 November 2017 - 22:08:00 WIB | Di Baca : 35 Kali

 

KARIMUN, SeRiau - Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau asrama putra mahasiswa Karimun di Yogyakarta, Kamis (23/11). ia pun sambil berpesan kepada generasi muda anak Karimun itu untuk tetap menjaga amanah orang tua yang telah memberikan kesempatan pendidikan dirantau orang.

"Kegiatan-kegiatan ibadah dan sosial untuk dapat ditingkatkan, yang terpenting adalah sholat lima waktu secara berjamaah jangan tinggalkan," pesan Rafiq.

Dalam kesempatan itu Rafiq juga berharap agar mahasiswa yang tinggal di asrama dapat bergantian dengan generasi lain, dengan tujuan agar adik-adik tingkat yang lain bisa merasakan bagaimana tinggal diasrama.

"Mari kita jaga asrama ini dengan baik agar kita bisa tinggal dengan tenang dan nyaman. Perlu diketahui bahwa asrama yang adik-adik di Jogja ini diami merupakan asrama termegah yang dimiliki Karimun di berbagai daerah untuk para mahasiswa," ujarnya.

Kehadiran Rafiq di Yogyakarta adalah memenuhi undangan audiensi yang digelar Keluarga Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Jogjakarta (KPMKR-KKJ) pada Kamis malam (23/11) di Hotel Merbabu, Seturan-Catur Tunggal. Sehingga sebelum acara audiensi dimulai, ia menyempatkan diri menyambangi asrama bagi para putra daerah Kabupaten Karimun di Jogja kemarin siang.

Sementara itu, Ketua KPMKR-KKJ, Zakeri mengatakan, asrama yang disediakan oleh pemerintah daerah kini sudah permanen dan tidak perlu lagi menyewa sebagiamana generasi terdahulu yang harus ngontrak. Kondisi asrama berlantai tiga dilengkapi fasilitas 10 kamar, sedangkan penghuni tetap saat ini hanya sekitar hampir 30 orang.

"Untuk saat ini mahasiswa Karimun yang terdaftar di KPMKR KKJ berjumlah 300 orang. Memang sedikit yang mukim di asrama dengan alasan lokasi kampus mereka cukup jauh jika harus tinggal di asrama. Tapi mereka tetap aktif ikut kegiatan apapun yang kita buat," kata Zakeri.

Menurut Zakeri, para mahasiswa Karimun di Jogja aktif melaksanakan berbagai kegiatan rutin di asrama, mulai dari wirid dan yasinan setiap malam Jumat, kegaitan seni dan sosial serta banyak lagi. Tujuannya adalah menambah wawasan para mahasiswa Karimun diperantauan.

Sementara saat ini kata Zakeri, asrama putri masih ngontrak per tahun dan sudah tidak ada kendala lagi sebagaimana permasalahan sempat terjadi sektar awal tahun 2016 lalu, Pemkab Karimun tidak mengeluarkan anggaran dana hibah bagi operasional mahasiswa, karena aturan hibah yang mengakibatkan terpaksa tertunda membayar uang kontrak asrama putri.

"Dulu memang kami sempat ngamen untuk mengatasi biaya kontrak asrama putri karena dana dari Pemda terhambat atas aturan baru. Tapi sekarang sudah diatasi dan untuk tahun 2018 mendatang pun sudah dianggarkan. Alhamdulillah sudah tidak ada kendala lagi meski asrama putri belum permanen," tutupnya.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar