Wabup Dukung Keterlibatan Polisi Awasi Anggaran di Desa

Tim Saber Pungli Gelar Sosialisasi di Enam Kecamatan se Pulau Kundur

  • Selasa, 24 Oktober 2017 - 15:59:11 WIB | Di Baca : 71 Kali

KUNDUR,SeRiau - Ketua Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Karimun, Kompol I Gede Ngurah Joni menegaskan kepada semua Kepala Desa untuk transparan dalam mengelola Alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat.

Menurut Ngurah Joni, dana untuk Desa dari pusat cukup besar dan hampir Rp1 Miliar. Maka ini perlu didampingi agar diawasi bersama. Karena Kemendagri dan Polri sudah melakukan MoU baru-baru ini, kepolisian akan ikut mengawasi ADD ini.

"Sebagai bentuk transparansi di semua Desa, wajib disiapkan laporan berupa baliho ukuran besar. Kemudian dipasang pada lokasi yang mudah dibaca warga atau tempat publik, nanti para Babinkamtibmas bisa foto disamping baliho sebagai laporan pendampingan dan pengawasan di Desa," kata Ngurah Joni dalam laporannya saat sosialisasi pemberantasan Pungli kepada pelaksana pelayanan publik dan masyarkat di Pulau Kundur, Selasa (24/10) di Balai Sri Gading Kecamatan Kundur.

Pria yang juga sebagai Wakapolres Karimun ini juga mengatakan, tim saber pungli sudah melaksanakan beberapa kegiatan dalam hal pencegahan tindakan pungli, seperti sosialisasi kepada aparatur pemerintahan pada Maret kemarin dan kini dilanjutkan untuk di wilayah Kundur dan sekitarnya yang digabung untuk enam Kecamatan, yakni Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Ungar, Kecamatan Belat dan Kecamatan Durai. Kemudian melakukan pemasangan spanduk di instansi pemerintahdan dan vertical, mengikuti sosialisasi pemberantasan pungli di Pemprov Kepri serta melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sementara, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan, sosialisasi yang digelar oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Karimun tentunya sangat bermanfaat sekali, sehingga diharapkan mampu mencegah agar tidak terjadinya tindakan tidak terpuji seperti pungli dan sebagainya.

"Seluruh peserta harus ikuti sosialisasi ini sampai selesai. Harapan kami adalah, apa yang selama ini meragukan dalam pelaksanaannya dilapangan agar dapat ditanyakan. Kita ini sebagai abdi masyarakat dan abfi negara serta pelayan. Bagaimana kita berikan pelayanan yang baik bagi masyarakat," pinta Anwar.

Sebenarnya lanjut dia, tujuan dari tim saber pungli adalah untuk menjadikan pemerintahan yang bersih dan baik, sehingga masyarakat bersama Polri pun diberikan kesempatan untuk melakukan pengawasan. "Makanya sosialisasi ini sangat penting. Tentunya untuk mencapai pemerintahan yangh baik adalah dari diri kita sendiri, dengan memperbaiki prilaku. Kemudian perlu tingkatkan disiplin dan etos kerja yang baik. Kalau masyarakat mau minta tandatangan surat sajabisa berminggu-minggu baru siap, maka ini tidak menundukkan pemerintahan yang baik. Bagi aparatur yang melanggar displin akan ada danksi. Tapi sebenarnya kita tidak lihat sanksi melainkan melihat amanah yang diberikan," tutupnya.

Anwar pun mendukung keterlibatan Polisi dalam melakukan pengawasan ADD di semua desa. Karena menurutnya, makin banyak pihak yang mengawasi tentu akan makin baik pula penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan.

Adapun jumlah peserta yang mengikuti sosialsiasi pemberantasan pungli diikuti sebanyak 150 orang, mulai dari pemerintah Kecamatan se Pulau Kundur dan sekitarnya, aparat Kelurahan, Desa, RT dan RW, serta Bumdes. Dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Inspektorat Kabupaten Karimun Dedi Hardiman dan Kasat Binmas Polres Karimun, AKP Eriman.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar