Mahasiswa Akuntansi UMRI Sosialisasikan “Etika Berbahasa pada Media Digital untuk Mencegah Radikalisme” di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru.

  • Selasa, 16 Desember 2025 - 12:32:57 WIB | Di Baca : 649 Kali

 

Seriau,- Meningkatnya penggunaan media digital yang tidak diiringi dengan kesadaran etika berbahasa menjadi perhatian serius di kalangan generasi muda.

Menyikapi hal tersebut, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “ Etika Berbahasa pada Media Digital untuk Mencegah Radikalisme” di Panti Asuhan As- Salaam Nur Hidayah Pekanbaru, pada Minggu (7/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Bapak Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd. Acara diikuti oleh 15 orang anak panti dari tingkat SD hingga SMA sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan berlandaskan nilai kebangsaan.

Rangkaian acara dipandu oleh Nadia Meldiana selaku (MC) yang memimpin jalannya kegiatan 
dengan lancar. Sesi inti sosialisasi kemudian disampaikan oleh tim pemateri yang terdiri dari Jumiati, Valensia Bertha Gozali, dan Yogi Surya Tantra.

Dalam pemaparannya, para pemateri menekankan bahwa etika berbahasa di media digital tidak hanya berkaitan dengan kesantunan berkomunikasi, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan sosial sebagai warga negara. Bahasa yang digunakan secara tidak tepat, provokatif, maupun diskriminatif berpotensi memicu konflik serta membuka ruang bagi infiltrasi paham radikal.

Pembahasan Mendalam dijelaskan bahwa ujaran kebencian, hoaks, dan narasi ekstrem yang tersebar melalui media sosial dapat memengaruhi pola pikir generasi muda jika tidak disikapi secara kritis. Lalu kegiatan berlangsung semakin hangat dan akrab berkat sesi games dan juga quiz yang disambut dengan sangat antusias oleh para peserta.

Kemeriahan sesi ini tidak lepas dari peran tim pendukung yakni Indah, Bintang, dan Daffa yang berhasil membangun suasana ceria dan 
interaktif.Peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai bentuk pelanggaran etika bahasa di media digital, memahami dampak sesuai dengan norma dan nilai-nilai Pancasila, serta membangun kesadaran untuk menggunakan bahasa yang bijak sesuai Pancasila.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba quiz serta pembagian snack kepada seluruh peserta. Momen kebersamaan kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama antara mahasiswa, pengurus panti, dan anak-anak.

Semangat kegiatan dipungkasi dengan seruan yel-yel yang lantang: "Sang Pencerah Muda, Anti Radikalisme!".Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap generasi muda mampu menjadi pengguna media digital yang cerdas dan beretika, serta berperan aktif menolak segala bentuk ujaran kebencian dan radikalisme di ruang digital demi menjaga persatuan bangsa (***)





Berita Terkait

Tulis Komentar