Guru Pembimbing SMAN 8 Pekanbaru Hantarkan Siswanya Raih Medali di OBI dan LCTK 2025

  • Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:00:00 WIB | Di Baca : 916 Kali

 

Seriau,- Keberhasilan seseorang siswa dalam meraih prestasi tidak sepenuhnya datang dari siswa itu sendiri, tapi juga ada peran guru pembimbing sang siswa

Seperti prestasi yang diraih oleh siswa SMAN 8 Pekanbaru yang merebut medali di Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) Tingkat Nasional 2025 di Bandung.

Tidak hanya di OBI, siswa SMAN 8 Pekanbaru juga meraih medali di Lomba Cepat Tepat Kimia (LCTK) Tingkat Nasional 2025 yang dilaksanakan di Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat

Guru pembimbing yang mengantarkan siswa meraih medali di OBI 2025 di Bandung yakni Dessy, M.Si. Sedangkan guru pembimbing yang mengantarkan siswa meraih medali di LCTK di Unand Padang yakni Febby Melani Erian, S.Pd.Gr dan Nurhafni, M.Pd.

" Alhamdulillah siswa kita baru baru ini meraih medali di OBI Tingkat Nasional di Bandung dan LCTK Tingkat Nasional di Unand Padang. Sekolah mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah menghantarkan siswa meraih prestasi," kata Plt Kepala SMAN 8 Pekanbaru Sulismayati melalui Waka Humas Samhati, Kamis (30/10).

Menurut Samhati, prestasi siswa tidak sepenuhnya  datang dari siswa itu sendiri tetapi guru pembimbing juga punya peran menghantarkan siswa merebut juara. Guru pembimbing yang melatih siswa, membahas dan mengupas materi soal ujian. Guru pembimbing juga mengatur strategis dalam menjawab soal dan memberikan mental juara biasanya selalu diberikan guru pembimbing kepada siswa.

" Bagaimana siswanya bisa mengalah lawanya menjadi peran guru pembimbing. Jadi biasanya setiap lomba kita selalu ikut sertakan guru pembimbing," kata Samhati.

Sementara itu, guru pembimbing Dessy ketika ditemui mengatakan bahwa dari 4 siswa yang mengikuti OBI Tingkat Nasional 2025 di Bandung berhasil merebut medali emas atas Nabila Carissa Putri.

Selain medali emas, siswanya juga berhasil meraih medali perak atas  nama Rangga Pratama. Sedangkan medali perunggu diraih oleh M. Awfadya Khaffi dan Akram Shairazy Rizas.

" Senang bercampur bangga siswa kita bisa meraih medali emas, perak dan perunggu. Medali ini membuktikan siswa kita bisa menjadi yang terbaik dan membawa pulang medali ke Riau," kata Dessy.

Hal yang sama juga dikatakan Febby Melani menyampaikan bahwa siswanya berhasil meraih medali perak di Lomba Cepat Tepat Kimia (LCTK) 2025 yang dilaksanakan di Universitas Andalas (Unand)

" LCTK 2025 tingkat nasional dari 27 regu, siswa kita berhasil meraih medali perak. Tahu lalu siswa meraih perunggu. Berarti ada kenaikan peringkat," kata Febby.

Sedangkan untuk Lomba Kimia Perorangan Tingkat Nasional, siswa SMAN 8 Pekanbaru rangking 12, 13 dan 15. Jumlah peserta yang ikut lomba kimia perorangan tingkat nasional sebanyak 377 orang.

Sementara salah satu siswa yang meraih medsli perunggu M. Awfadya Khaffi bersyukur bisa meraih medali perunggu. Awfadya yang diakrab disapa ini menceritakan jumlah peserta yang ikut seleksi OBI 2025 sebanyak 530 diseluruh Indonesia.

Tahap pertama seleksi yang dilakukan secara online ini dengan sistem passing grade. Dari seleksi tahap pertama hingga semifinal, tersaring 150 peserta yang mengikuti babak final.

" Dibabak final OBI 2025, peserta diundang ke Bandung untuk msngikuti lomba dengan materi teori dan studi kasus. Dari hasil lomba, saya bersama Akram meraih medali perunggu," kata Awfadya. (zal)
 





Berita Terkait

Tulis Komentar