LAMR Rohil selenggarakan Iven Budaya Riau Bertanjak Tingkat Provinsi

  • Sabtu, 13 September 2025 - 14:50:15 WIB | Di Baca : 1297 Kali

 

SeRiau - Lembaga Adat Melayu Riau (Lamr) Kabupaten Rokan Hilir ditunjuk sebagai tuan rumah dalam helatan Iven Budaya 'Riau Bertanjak' Tanah Melayu Bertanjak tingkat Provinsi Riau. Iven itu dipusatkan di Gedung Lamr Rohil di Kawasan Perkantoran Pemkab Rohil, Sabtu (13/9/2025).

Hadir dalam iven budaya tersebut Staf Ahli Bupati Rohil Azuar, Kasat Pol PP Acil Rustianto, ketua DPH LAM Rohil Datuk Jufrizan, Perwakilan Kejari Rohil, Kapolsek Bangko AKP Buyung Kardinal,  Utusan kesultanan Asahan, utusan Kesultanan Serdang Baizuri serta utusan Lamr kabupaten se Riau. Dalam kegiatan itu juga menghadirkan Pengawas & Pengarah Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu DR. DR (HC) Johan Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Pengawas & Pengarah Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu DR. DR (HC) Johan Iskandar secara simbolis memasangkan tanjak kepada Staf Ahli Bupati dan pimpinan Forkopimda serta pengurus Lamr Rohil.

"Dengan ini saye menyerahkan tanjak sebagai simbol semangat orang Melayu dan pejuangan orang Melayu supaye sebagai peringatan dapat menjage hak orang dan warisan Melayu Disini," kata DR. DR (HC) Johan Iskandar.

Staf Ahli Bupati Rohil Azuar mengapresasi terselenggaranya Iven Budaya Riau Bertanjak tingkat Riau yang dilaksanakan di kabupaten Rokan Hilir. Menurutnya tanjak yang identik dengan orang Melayu patut untuk dilestarikan dan di budaya kepada generasi Melayu.

"Kami dari Pemerintah Daerah mengapresiasi atas gelaran Iven Budaya Riau Bertanjak ini. Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan akan selalu memberikan arahan bimbingan terutama kepada sekolah dan lembaga yang berkaitan dengan budaya Melayu seperti pemakaian tanjak, sebab tanjak merupakan salah satu simbol dari anak Melayu," sebutnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Harian Lam Rohil Datuk Jufrizan menginginkan bahwa keberadaan tanjak tidak hanya sekedar penutup kepala akan tetapi harus menjadi simbol martabat dan Marwah bagi orang Melayu.

"Kita ingin bahwa tanjak itu bukan hanya sebagai penutup kepala saja akan tetapi menjadi simbol Martabat dan Marwah orang Melayu, disamping itu kita juga ingin bagaimana tanjak ini dimasyarakatkan ke masyarakat khususnya Rohil supaya pemakaian tanjak bisa di implementasikan oleh masyarakat khususnya masyarakat melayu," harapnya.

Tak hanya itu, Datuk Jufrizan juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk membuat sebuah produk yakni Perbup maupun perda untuk menciptakan momen Bertanjak dalam suatu hari tertentu.

"Kita juga mendorong pemerintah membuat sebuah Perbup dan kawan kita di DPRD membuat sebuah Perda bahwa akan lahir satu hari yang akan diperingati sebagai hari Bertanjak yang dilengkapi dengan pakaian Melayu," pintanya.

Dalam momen iven ini, Lam Rohil akan mensosialisasikan budaya Bertanjak ditingkat sekolah dengan mengenali sebuah tanjak kepada pelajar. LAM ingin memastikan bahwa generasi muda harus paham tentang budaya Bertanjak khususnya generasi muda Melayu.

"Kita akan coba mensosialisasikan budaya Bertanjak ini kesetiap sekolah sekolah, supaya pihak sekolah bisa memberikan pemahaman tentang bertanjak ini kepada para pelajar, ini penting kita lakukan agar bisa mengedukasi siswa agar gemar bertanjak sebagai wujud masyarakat Melayu," ujar Datuk Jufrizan. (fds)





Berita Terkait

Tulis Komentar