Dialog di TVRI, Delisis Kupas Abis Larangan Perpisahan Sekolah Bersama Kadisdik Pekanbaru

  • Selasa, 29 April 2025 - 22:00:00 WIB | Di Baca : 1082 Kali

 

Seriau,- Masalah perpisahan sekolah masih menjadi pro dan kontra di kalangan orangtua siswa. Sebagian orangtua merasa kecewa karena sekolah tidak melaksanakan perpisahan sekolah. Namun sebagian lagi, orangtua siswa justru merasa senang ditiadakanya perpisahan sekolah.

Fenomena ini dikupas habis oleh pengamat pendidikan yang juga Ketua Forum Musyawarah Kerja Komite Sekolah Provinsi Riau Delisis Hasanto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr Abdul Jamal di TVRI Riau dalam Dialog Riau Cermerlang

Dalam pemaparananya, Delisis meminta agar memahami surat edarah larangan perpisahan 
yang di keluarkan oleh Gubernur Riau jangan sepotong potong. Dalam surat edaran itu, melarang perpisahan sekolah yang dilaksanakan dihotel atau diluar sekolah, tetapi kalau perpisahan di laksanakan disekolah secara sederhana tanpa membebani orangtua siswa dibolehkan

Bahasa membebani ini relatif berdasarkan kemampuan orangtua siswa. Jangan sampai anggaran perpisahan ini disatukan dengan anggaran lainnya seperti pembuatan baju seragam, buku tahunan dan lain sebagainya

" Tapi kalau anggaran untuk makan minum dan hiburan, saya rasa tidak terlalu berat. Dengan Rp 100 cukup untuk makan minum siswa dan orangtua," kata Delisis, Selasa (29/4) sore di TVRI Riau.

Delisiis juga mengatakan anak yang tidak mampu biasanya identik dengan anak afirmansi yang jumlah sekitar10 persen disekolah bisa dibantu dengan sistem subsidi silang.

Sedangkan bagi anak yang ingin melaksanakan perpisahan, tentunya sedikitnya ada dampak psikologis yang selama ini sudah disiapkan jauh jauh hari, namun batal dilaksanakan

Mereka dikhawatirkan akan melaksanakan perpisahan di luar sekolah secara diam diam dan jauh dari pantauan sekolah, orangtua. Misalnya mereka ingin mengadakan form nigth yang dilaksanakan secara diam diam.

" Jadi saya katakan berikanlah ruang kepada anak anak untuk ber
kreatifitas. Jangan kita batasi mereka untuk berkreatifitas. Generasi gen Z dikenal sebagai generasi digital yang tumbuh dengan internet dan teknologi canggih sejak kecil," kata Delisis.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr Abdul Jamal mengatakan sekolah masih boleh melaksanakan perpisahan secara sedehana  dengan mematuhi kaidah yang sudah ditetapkan. Tidak memberatkan orangtua. Bantu siswa yang tidak mampu dengan subsidi silang

" Perpisahan harus dikemas secara sederhana di sekolah. Bakat dan kreatifitas anak SMP harus disalurkan. Mereka masih mencari dan melihatkan jati diri. Jangan gara gara tikus satu ekor, lumbung nya yang bakar. Kalau masalah biaya, ini yang kita benahi," kata Jamal

Jamal khawatir jika tidak ada perpisahan di sekolah, mereka akan melaksanakan perpisahan diluar sekolah secara diam diam dan tidak bisa diawasi dan dipantau (zal)
 





Berita Terkait

Tulis Komentar