Awalnya di Co Ex, Perpisahan SMAN 8 Pekanbaru Akhirnya di Sepakati di Sekolah

  • Jumat, 07 Maret 2025 - 17:00:00 WIB | Di Baca : 959 Kali

 

Seriau,- SMAN 8 Pekanbaru akhirnya memutuskan perpisahan siswa kelas XII akhirnya di sepakati di sekolah. Keputusan ini, setelah komite sekolah, pada Jumat (7/3) bersama panitia, perwakilan orangtua dan OSIS melakukan pertemuan membahas perpisahan sekolah.

" Awalnya perpisahan sekolah rencananya CoEX namun karena ada kebijakan dari Gubernur Riau Abdul Wahid agar perpisahan siswa dilakukan sederhana di lingkungan sekolah, terpaksa kita laksanakan di sekolah," kata Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru Delisis Hasanto, Jumat (7/3) di Pekanbaru.

Dikatakan Delisis, agenda perpisahan sudah disiapkan jauh jauh hari sekitar akhir Desember 2024 lalu dengan dibentuknya panitia perpisahan. Panitia ini yang berkomunikasi dengan orangtua siswa maupun pihak sekolah untuk melaksanakan perpisahan sekolah di CoEx.

Namun dengan keluarnya kebijakan dari Gubernur Riau Abdul Wahid agar perpisahan dilaksanakan di sekolah dengan mempertimbangkan biaya perpisahan di hotel lebih besar jika dibandingkan dengan perpisahan disekolah.

" Dengan kebijakan itu, kita akan ikuti arahan dan mentaati kebijakan pak Gubernur Riau agar melaksanakan perpisahan siswa di sekolahnya masing masing. Tidak ada opsi lain dan inipun sudah disepakati saat rapat Forum Musyawarah Kerja Komite SMA/SMK dan SLB Negeri khususnya Kota Pekanbaru," kata Delisis.

Sebagai gambaran perpisahan di hotel dan di sekolah, Delisis mengatakan bahwa biaya perpisahan di hotel lebih murah jika dibandingkan dengan perpisahan di sekolah.

Perpisahan disekolah, harus menyedikan panggung, tenda makan, soundsystem dan perlengkapan lainnya sebagainya untuk mendukung kegiatan perpisahan. Oleh sebab itu, biaya yang dikeluarkan untuk perpisahan di sekolah membutuhkan biaya lebih besar dari pada di hotel

" Namun, jika dilaksanakan di hotel, semua sudah include dengan makanan biayanya kisaran Rp 100 sampai Rp 120 ribu persiswa lebih besar jika dilaksanakan di sekolah," terang Delisis

Dalam 5 tahun terakhir ini, kata Delisis, SMAN 8 Pekanbaru tidak pernah melaksanakan perpisahan siswa. Sekolah menyerahkan siswa kelas 12 ke orangtua saat upacara bendera senin. Proses penyerahan ini sama hal ketika mereka baru masuk sekolah orangtua yang menyerahkan anak ke sekolah.

" Atas dasar itu pulalah, siswa yang menamatkan pendidikan tahun ini ingin merasakan perpisahan kayak sekolah lain. Perpisahan ini semuanya keinginan siswa bukan keinginan kepala sekolah, guru maupun komite tapi murni keinginan siswa," kata Delisis.

Sementara itu Kepala SMAN 8 Pekanbaru H. Tavip Tria Candra mengaku untuk acara perpisahan merupakan kewenangan komite sekolah bersama orangtua. Pihak sekolah tidak ikut campur dalam pelaksanaan perpisahan sekolah.

" Apa yang diputuskan komite, kita ikuti saja asalkan sesuai dengan rambu rambu tidak memberatkan orangtua siswa. Sebab perpisahan ini merupakan gawean orangtua siswa dan komite," kata Tavip.

Tavip juga pernah menyarankan kepada komite agar perpisahan tidak dilakukan seperti tahun tahun sebelumnya. Penyerahan siswa ke orangtua waktu saat upacara bendera saja." Prosesi ini sudak kita lakukan selama 5 tahun sejak 2020 lalu," kata Tavip (zal)

 





Berita Terkait

Tulis Komentar