Kunjungi SMAN Plus Provinsi Riau, Direktur SMA Tinjau Pembelajaran Coding, Perpustakaan dan Asrama Siswa

  • Jumat, 29 November 2024 - 16:07:27 WIB | Di Baca : 476 Kali

 

Seriau,- Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Winner Jihad Akbar mengunjungi SMAN Plus Provinsi Riau. Kunjungan Direktur SMA ini guna melihat secara langsung pembelajaran yang mengunakan Coding di SMAN Plus Provinsi Riau.

" Alhamdulillah saya bisa melihat langsung penerapan pembelaharan mata pelajaran informatika yang gunakan Coding. Tadi sebelumnya sudah melihat pembelajaran Coding di SMA Cendana," kata Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Winner Jihad Akbar, Jumat (29/11)

Hadir mendampingi Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata.MPd, Plt Kabid SMA Disdik Riau Alfira, Kepala BPMP Riau Dr Nilam Suri, Ketua MKKS SMAN Kota Pekanbaru Benny Rio Denaldy dan perwakilan kepala SMAN Kota Pekanbaru.

Dikatakan Jihad, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI 
telah membuat kebijakan baru terkait pembelajaran AI dan Coding di sekolah. Pihaknya juga akan membuat rumusan apakah pembelajaran AI dan Coding ini untuk semua siswa atau tidak karena ini masih mata pelajaran pilihan.

Rumusan lainnya apakah nanti mata coding ini disatukan dengan AI atau bisa dintegrasikan satu mata pelajaran atau semua mata pelajaran ini yang perlu dikaji olwmeh kementerian.

" Rumusan ini yang akan dipelajaran dulu apakah untuk semua siswa atau sebagai mata pelajaran pilihan," kata Jihad

Jihad mengatakan dengan pembelajaran Coding ini bisa membekali siswa dalam teknologi ini lebih maju dan membuat cara berfikar siswa lebih login

Dalam Kurikulum Merdeka mata pelajaran informatika masuk dalam mata pelajaran pilihan." Kedepanya Kita ingin manfaatkan Coding dan AI bisa kita integrasikan satu mata pelajaran bahkan bisa jadi untuk semua mata pelajaran," kata Jihad.

Kementerian, kata Jihad, juga 
menginginkan agar pembelajaran AI dan Coding ini bisa diterapkan di jenjang SD, SMP dan SMA sehingga siswa bisa berfikir secara login, runtun seperti algoritma.

" Jadi ketika dibekali teknologi terbaru siswa nyambung, cepat, tanggap dan lebih adaptif," katanya

Menurut Jihad, saat ini siswa tidak bisa lepas untuk tidak mengunakan teknologi terbaru dan siswa harus beradaotasi memanfaatkan teknologi. Pengunaan teknologi terbaru harus ada rambu rambu etik dalam memanfaatkan teknologi terbaru tersebut. Kapan menggunakan AI dan kapan tidak boleh mengunakan AI.

" Kalau semunnya kita mengunakan AI, siswa akan malas. Dan kalau kita larang siswa akan ketinggalan teknologi," ujar Jihad.

Sementara itu Kepala SMAN Plus Provinsi Riau Edi Sutono MPd menyambut baik kedatangan Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Winner Jihad Akbar melihat langsung pembelajaran yang mengunakan Coding dan AI. Selain melihat pembelajaran yang mengunakan Coding, Pak Direktur juga melihat perpustakaan sekolah  dan asmara siswa.

" Tadi Pak Direktur juga berencana untuk membantu astama siswa dan juga menyediakan alat trasportasi sekolah. Dua sarana ini menjadi penunjang penting bagi sekolah boarding school atau sekolah berasrama ," kata Edi.

Mengenai pembelajaran Coding dan AI yang akan ditetapkan di sekolah di Indonesia, Edi mengaku siap untuk menerapkan pembelajaran tersebut. Apalagi di Kurikulum Merdeka, mata pelajaran informatika merupakan mata pelajaran pilihan dan tidak semua siswa mengambil mata pelajaran tersebut.

" Kalau, SDM dan sarana prasarana kita sudah miliki. Siswa 90 persen sudah mempunyai laptop. Jika pembelajaran ini diterapkan, ya, kita siapkan untuk menerapkannya," ujar Edi (zal)
 





Berita Terkait

Tulis Komentar