Zero Stunting di Kampung Laksemana Jadi Percontohan

  • Rabu, 23 Oktober 2024 - 19:10:47 WIB | Di Baca : 2675 Kali
Kelompok Jabatan Fungsional Dosen (KJFD) Kebijakan Publik dan Governansi serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unri berfoto bersama usai Forum Group Discusion (FGD) di Aula Kampung Laksemana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.

SeRiau - SIAK  - Penerapan "Agile Governance" untuk penanggulangan stunting 
dianggap cara yang jitu. Hal ini terbukti nyata ketika pihak Pemkab Siak menerapkannya di Kampung Laksemana, Kecamatan Sabak Auh dan berhasil mencapai angka prevelensi stunting 0%.

"Agile Governance" adalah konsep pemerintahan yang cerdas yang memungkinkan lembaga atau organisasi untuk merespons perubahan secara cepat dan tanggap. Dan konsep ini berhasil dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, salahsatunya Kampung Laksemana, Kabupaten Sabak Auh,  Siak, Riau.

Keberhasilan itu terungkap saat 
Kelompok Jabatan Fungsional Dosen (KJFD) Kebijakan Publik dan Governansi serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unri menaja Forum Group Discusion (FGD) beberapa waktu lalu aula di Kampung Laksemana. Kegiatan bertajuk, "Agile Governance dalam penanganan stunting di Kampung Laksamana, Kecamatan Sabak Auh" itu  melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak pemda, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan guru PAUD.

Berdasarkan hasil pengukuran stunting balita di Kabupaten Siak 2023, Kampung Laksamana menjadi kampung dengan angka stunting paling rendah di Kecamatan Sabak Auh, bahkan mencapai zero stunting.

"Oleh karena itu, hari ini kami, para dosen yang hadir, ingin menggali informasi dari bapak-ibu sekalian yang terlibat langsung dalam upaya pencegahan stunting di Kampung Laksamana ini," ujar Hafzana Bedasari SSos MSi, Dosen Administrasi Publik Universitas Riau.

Pada sesi tanya jawab, para peserta dari pihak desa dan tenaga kesehatan memberikan pandangan tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peran masyarakat dalam mendukung kebijakan kesehatan. Mereka juga berbagi tentang tantangan yang dihadapi serta solusi kreatif yang telah diterapkan di lapangan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Unri juga aktif berpartisipasi dengan memaparkan hasil observasi lapangan terkait program kesehatan dan gizi di kampung tersebut. Mereka turut menyusun pertanyaan dan panduan diskusi untuk menggali lebih dalam mengenai keberhasilan Kampung Laksamana dalam mengatasi masalah stunting.

Hasil FGD ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi penting untuk pengembangan kebijakan penanganan stunting di daerah lain, sekaligus memperkuat program pencegahan yang sudah berjalan di Kampung Laksamana.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat, diharapkan penanganan stunting di daerah ini dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Siak dan sekitarnya.(fed)





Berita Terkait

Tulis Komentar