Dihadapan Mahasiswa Umri, Ketua MK Suhartoyo Berbicara Peran Pers di Mata Mahkamah Konstitusi

  • Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:15:03 WIB | Di Baca : 388 Kali

 

Seriau,- Ketua Mahkamah Konstitusi Dr Suhartoyo menjadi narasumber Talkshow Media dan Komunikasi yang ditaja Forum Jurnalis Perumpuan Indonesia (FJPI) Provinsi Riau, Jumat (11/10).

Selain Ketua MK, narasumber lainnya praktisi media Dr Eka Putra yang juga dosen Ilmu Komunikasi Umri. Moderator talkshow ini dipandu oleh Dr Aidil Haris

Talkshow ini juga kerjasama sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi  Umri.

Rektor UMRI, Dr Saidul Amin, MA saat membuka acara mengatakan bahwa tokoh yang didatangkan hari ini bukan sembarang orang. "Beliau adalah pintu terakhir kekuatan konstitusi Indonesia. Di tangan beliau konstitusi negeri ini dipertaruhkan.

" Acara ini tak sekadar mentransformasikan ilmu pengetahuan, tapi juga mentransformasikan nilai murni yang dimiliki Dr Suhartoyo. Sebab, ilmu yang berbasis pengalaman itulah ilmu yang sebenarnya," kata Saidul Amin

Rektor juga menyinggung peran media dalam menciptakan fenomena hyperreality atau hiperrealitas di tengah masyarakat saat ini. Dimana, masyarakat semakin susah membedakan mana yang realitas dan simulasi realitas. Alhasil, kepalsuan merajalela.

Kondisi inilah yang membuat banyak hal serba terbalik. Pihak yang benar bisa menjadi salah. Sementara yang salah dapat dipoles menjadi benar lewat pencitraan. Sementara, yang pecundang jadi pemenang dan pemenang justru jadi pecundang.

Rektor berharap peserta talkshow dapat mendebatkan banyak hal dengan narasumber yang hadir. Forum inilah kesempatan untuk bertanya dan mendebat ketua MK langsung.

Sementara Ketua FJPI Riau Novita MPd mengatakan bahwa peran pers dalam demokrasi sangatlah penting. Pers tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagin pilar yang mengawasi jalannya pemerintah dan penegakan hukum di negeri ini.

Kehadiran Ketua MK Dr Suhartoyo merupakan suatu kehormatan dan kesempatan emas untuk mendengar langsung dari sudut pandang konstitusi mengenal peran pers dalam menjaga supemasi hukum.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman bagi jurnalis, akademi dan mahasiswa betapa pentingnya peran pers dalam mengawal konstitusi dan sebagai media bisa berperan aktif dalam menciptakan informasi yang berimbang dan bertanggung jawab.

" Saya harapkan dengan kegiatan ini bisa memperkuat sinergi antara media, Mahkamah Konstitusi dan masyarakat dalam menjaga nilai nilai demokrasi dan hukum di Indoensia," kata Novita

Dekan Fakkutas Ilmu Komunikasi Umri Jayus mengatakan
kegiatan untuk menghadirkan Ketua MK ini sudah lama diagendakan. Namun baru bisa terealisasi hari ini.

Jayus juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua FJPI Riau Novita MPd yang telah mengagas kegaitan ini semoga apa yang disampaikan Ketua MK Dr Suhartoyo bisa memberikan pencerahan kepada mahasiswa terutama sekali menyangkut dengan Peran Pers di Mata Mahkamah Konstitusi,

Suhartoyo dalam paparannya bahwa hubungan antara jurnalis, akademisi dan MK tak bisa dipisahkan. Karena semuanya punya peran penting dalam penegakkan konstitusi di negeri ini.

“ Sebagus apapun putusan di MK, kalau tidak dipublikasikan maka tak ada artinya. Jika tidak dibantu media, maka tak akan ada pihak yang bisa menterjemahkan putusan MK itu agar mudah dipahami oleh publik. arena itu hubungan simbiosis mutualis MK dengan pers harus dijaga," ujarnya. (zal)
 





Berita Terkait

Tulis Komentar