Forkom Riau MoU dengan PIBG SMK Seri Bintang Utara Kuala Lumpur dan SBPI Selandar Melaka

  • Ahad, 09 Juni 2024 - 16:21:00 WIB | Di Baca : 190 Kali

 

Seriau, Forkom SMAN/SMKN dan SLBN Provinsi Riau menjalin dua kerjasama dengan Persatuan Ibu Bapak Guru (PIBG) di dua sekolah di Malaysia.

Kerjasama pertama dilakukan dengan PIBG SMK Seri Bintang Utara Kuala Lumpur, Kamis, (6/6) di Kuala Lumpur.

Penandatanganan kerjasama langsung dilakukan oleh Ketua Forkom Provinsi Riau Delisis Hasanto dengan Pengerak Dipertua PIBG Seri Bintang Utara Kuala Lumpur Tuan Haji Hakim Bin Haji Hamzah.

Kerjasama kedua dilakukan, Forkom Riau dengan SBPI Selandar Melaka, Jumat (7/6) di Melaka. Penandatanganan ini langsung dilakukan Ketua Forkom Provinsi Riau Delisis Hasanto dengan Pengerak Dipertua PIBG SBPI Selandar Melaka Ahmad Izham Bin Rajali

Ketua Forkom Provinsi Riau Delisis Hasanto mengatakan kerjasama yang dilakukan Forkom Riau ini menyangkut pertisipasi publik terhadap dunia pendidikan. Partisipasi publik ini tidak hanya dari peran swasta tapi juga orangtua siswa

Sama saja di Indonesia, komite sekolah diluar negeri itu sebut dengan Persatuan Ibu Bapak Guru (PIBG). Sedangkan di Indonesia di sebut dengan Komite Sekolah.

" Jadi kita ingin berbagi informasi mengenai peran komite sekolah dan PIBG. Kita juga akan saling berkunjnung untuk meningkatkan silatuhrahmi. Nota kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani," kata Delisis, Sabtu (8/6)

Delisis mengatakan, PIBG, di Malaysia dibagi dalam 4 tingkatan mulai dari tingkat sekolah, tingkat daerah, tingkat wilayah dan tingjat nasional.

Selain sumber biaya sekolah dari kerajaan, juga ada konstribusi dan partisipasi dari PIBG secara nasional, wilayah, daerah dan sekolah. Setiap Program PIBG diputuskan di rapat bersama di setiap tingkatan. Semua kegiatan PIBG di lindungi UU.

Sedangkan di Riau sendiri, kata Delisis, Forkom ini adalah lembaga mandiri dan independen yang tumbuh di lingkungan masyarakat sekolah.

Forum ini, menjadi wadah berkomunikasi bersama dalam memahami UU yang berlaku terkait peran masyarakat dalam pendidikan. Menurut dia, anggota Forkom telah berbuat dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan.

Forkom sangat mendukung program kerja Pemerintah Provinsi Riau terkait pembangunan pendidikan. Menurut Delisis, komite sekolah harus keluar dari zona formalitas. Tapi perlu bekerja nyata untuk pengembangan pendidikan di Riau.

" Apalagi Komite sekolah jadi elemen penting sebagai mitra sekolah. Komite sekolah dilakukan secara gotong royong, mandiri, akuntabel dan bertugas memberi pertimbangan dalam kebijakan sekolah," kata Delisis

Peran yang dilakukan komite sekolah termasuk rencana kerja sekolah, rencana anggaran sekolah, pengembangan fasilitas pendidikan, memberi masukan pada kriteria kerjasama sekolah dan sebagainya.

Komite juga bisa menggalang dana dari masyarakat. Baik perorangan, dunia usaha dan dunia industri melalui upaya yang kreatif. Di samping itu komite berperan mengawasi jalannya pendidikan di sekolah. Komite juga punya peran menindaklanjuti saran dan kritik siswa, orangtua dan masyarakat terkait kinerja sekolah.

Delisis menilai, perlu ada pencerahan untuk membangun persepsi yang sama. Sehingga komite sekolah punya langkah bersama dalam pengembangan pendidikan." Perlu juga pemberian sanksi jika ada komite sekolah yang tidak bisa menjalankan Permendikbud 75 tahun 2016 dengan baik" kata Delisis

Saat studi banding di Malaysia, Forkom Riau juga didampingi oleh Ketua MKKS SMAN Rokan Hilir, Kepala sekolah diwakili oleh SMK Pertanian Provinsi Riau dan Disdik Riau diwakili Widyaiswara M. Yuzar (zal)
 





Berita Terkait

Tulis Komentar